Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Mulai Gawat.!! Sudah 169 Titik Api Bermunculan di Kalsel

M Fadlan Zakiri • 2024-08-23 09:52:11
PADAMKAN API: Upaya pemadaman karhutla di Desa Pulau Nyiur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar yang dilakukan Regu II Daops Manggala Agni Kalimantan-V Banjar, pada Jumat 16 Agustus 2024.
PADAMKAN API: Upaya pemadaman karhutla di Desa Pulau Nyiur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar yang dilakukan Regu II Daops Manggala Agni Kalimantan-V Banjar, pada Jumat 16 Agustus 2024.

Prokal.co, Dibanding bulan-bulan sebelumnya, jumlah titik panas paling banyak tercatat pada bulan Agustus 2024. Berdasarkan data BMKG Kalsel hingga Senin (19/8), ada sebanyak 169 titik panas. Lokasi paling banyak di Tabalong dengan 46 titik. Berikutnya, Tapin ada 41 titik, dan Kotabaru 19 titik.

Sedangkan sepanjang periode tahun 2024 hingga Senin (19/8) lalu, wilayah dengan kemunculan titik panas terbanyak adalah Tabalong dengan jumlah 264 titik. Berikutnya, Tapin 136 titik, dan Kotabaru dengan 97 titik.

Sedangkan untuk wilayah langganan karhutla seperti Kota Banjarbaru, sebaran titik panas yang terpantau satelit hanya sebanyak empat saja.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Adhitya Prakoso membenarkan hal tersebut. Bahkan hingga saat ini, untuk wilayah di sekitar Banjarbaru, belum terpantau jumlah titik panas yang signifikan.

Meski demikian, ia meminta agar semua pihak tetap mewaspadai agar tidak sampai terjadi karhutla di wilayah Ring 1 Bandara. Salah satunya adalah wilayah Guntung Damar, Kelurahan Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin. "Jika di sana muncul titik panas dan terjadi kebakaran, maka dampak dari kabut asapnya dapat mengganggu lalu lintas penerbangan," katanya.

Selain mewaspadai karhutla, Adhitya juga mengingatkan masyarakat menjaga kesehatan selama menghadapi puncak musim kemarau pada akhir Agustus hingga pertengahan bulan September 2024. "Banyak minum air putih, dan gunakan tabir surya jika akan beraktivitas di luar ruangan dalam jangka waktu yang lama," ujarnya.

Selama puncak musim kemarau, masyarakat juga harus lebih bijak dalam penggunaan air bersih. Tidak membakar lahan dan hutan dengan tujuan apapun. "Jika menemukan adanya kebakaran hutan dan lahan, segera menghubungi pihak berwenang agar cepat dibantu untuk dipadamkan," imbaunya.

Data Titik Panas di Kalsel

- Ada sebanyak 169 titik panas di Kalsel.
- Lokasi paling banyak di Tabalong dengan 46 titik.
- Berikutnya di Tapin ada 41 titik.
- Kotabaru di peringkat ketiga dengan 19 titik.

Curah Hujan Tertinggi di Mantewe

Meski sedang berada di pertengahan musim kemarau, cuaca buruk berupa hujan disertai angin kencang dan petir masih menghantui sebagian wilayah di Kalsel.

Prakirawan BMKG Kalsel, Muhammad Ibnu Mubarak membeberkan prospek cuaca mingguan untuk wilayah Kalsel pada Rabu (21/08) malam. Ibnu menyebut bahwa BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk delapan daerah di Kalsel terkait cuaca buruk.

Di Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, Kotabaru, dan Tanah Bumbu.

Dalam sepekan ke depan, semua daerah itu diminta untuk waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang dan sore hari.

Berdasarkan analisis curah hujan, secara umum wilayah Kalimantan Selatan pada Dasarian II Agustus 2024 berada pada kriteria rendah. “Hanya terdapat sebagian kecil daerah yang berada pada kriteria menengah,” ungkap Ibnu.

Curah hujan tertinggi terjadi di Mantewe, Tanah Bumbu (103,8 mm). Umumnya sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan diprediksi akan terjadi curah hujan antara 20–50 mm dengan peluang 40–90% dan curah hujan antara 50-75 mm dengan peluang 30-70%.

Beberapa wilayah di Kalsel bagian utara dan timur diprediksi akan terjadi curah hujan antara 75-100 mm dengan peluang 30–60%.

Selain itu, terdapat juga wilayah yang diprediksi akan terjadi curah hujan antara 100–150 mm dengan peluang 30–60 % terjadi di sebagian wilayah Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Kotabaru.

Karhutla Bermunculan di HSS

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) HSS, Kusairi mengatakan karhutla di wilayahnya terjadi di tiga Kecamatan Daha yaitu Selatan, Utara, dan Barat di awal bulan Agustus tadi. Karhutla di Kecamatan Daha Utara terjadi di Desa Paramaian dan Pandak Daun Di Kecamatan Daha Selatan terjadi di Desa Muning Dalam. Di Kecamatan Daha Barat terjadi di Desa Baru dan Siang Gantung.

Karhutla terjadi di lima desa di tiga Kecamatan Daha ini menghanguskan lahan sekitar satu hektare saja. “Lahan yang terbakar dari karhutla sudah berhasil dipadamkan Satgas Kecamatan,” katanya.

Kusairi memberkan bahwa karhutla yang terjadi di HSS diduga karena ada orang membuka lahan pertanian. “Dugaan sementara karhutla ada yang membuka lahan,” sebut Kusairi.

Meski karhutla sudah bermunculan di HSS, statusnya masih belum ditetapkan tanggap darurat. Mengingat api sudah semua berhasil dipadamkan Satgas Kecamatan. “Status kita masih siaga darurat karhutla,” tuturnya.

Antisipasi mencegah karhutla sudah diaktifkan posko di kecamatan yang rawan. Seperti kecamatan tiga Daha, Kalumpang, Simpur, dan sebagian Kecamatan Kandangan. “Kami melakukan sosialisasi pencegahan karhutla dan pemasangan spanduk dilarang membakar lahan,” ucapnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, tahun ini musim kemaraunya termasuk kemarau basah atau normal dan tidak akan lama. “Diperkirakan puncak kemaraunya bulan September, dan Oktober sudah memasuki musim penghujan,” sebut Kusairi.

Pawai Mobil Damkar

BPBD Balangan melaksanakan apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan penanggulangan karhutla di halaman Kantor Bupati Balangan, Kamis (22/8). Kalak BPBD Balangan, Rahmi meminta para personel serta pihak terkait agar lebih mengintensifkan patroli, cepat tanggap, serta mengoptimalkan sistem informasi yang berbasis internet maupun radio. Tim juga akan membentuk posko siaga karhutla agar memudahkan koordinasi jika terjadi musibah karhutla

Selain itu, juga menginstruksikan agar tim intensif mengampanyekan tentang pencegahan karhutla. "Bangun kepedulian masyarakat, infrastruktur monitoring & pengawasan harus sampai bawah," jelasnya.

Rahmi menegaskan di wilayahnya masih terkendali potensi karhutla. "Kami terus melakukan kesiapsiagaan pemantauan terhadap titik-titik hotspot yang muncul. Sampai saat ini, situasi masih aman dan terkendali," ungkapnya.

Mereka juga intens melakukan imbauan kepada masyarakat. Menurutnya, apabila terjadi karhutla maka yang akan dirugikan adalah masyarakat juga. Seperti mengalami kabut asap dan kerugian material lainnya.

Usai apel, peserta melanjutkan kegiatan dengan pawai mobil damkar dengan rute ke Kota Paringin. Ini dalam rangka pemberitahuan bahwa Balangan telah berstatus siaga karhutla hingga 31 Oktober 2024.(*) 

---

Dapatkan update berita dan info terbaru dari seluruh wilayah Kalimantan, follow Channel Whatsapp PROKAL | Portal Berita Kalimantan

Klik dan follow>>
https://whatsapp.com/channel/0029VakiP19FCCoPh7YL3j02

Editor : Indra Zakaria