Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Aparat Desa Mengancam Mundur Jika Angkutan Biji Besi Masih Melintas

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • Kamis, 31 Januari 2019 - 20:10 WIB

Angkutan tambang memang kerap menimbulkan masalah. Selain merusak jalan, debu dan polusi membuat kenyamanan warga terganggu. Di Tanah Laut, warga Desa Pantai Linuh melakukan protes.

ARDIAN HAIRIANSYAH, Pelaihari

Adalah angkutan tambang biji besi milik perusahaan PT Bimo Taksoko Guno (BTG) dan Perusda Baratala yang membuat warga tak nyaman.

Setiap hari melintasi jalan Desa Pantai Linuh, jalan desa menjadi rusak dan jelek. Karuan, warga setempat pun protes.

Kepala Desa Pantai Linuh Ali Ma’ruf mengatakan pihaknya memang resah.

"Warga tidak ingin jalan yang beraspal mulus sejak tahun 2018 ini kembali rusak," ucapnya dalam mediasi antara warga dengan PT BTG dan Perusda Baratala di Aula Barakat Lantai II Kantor Bupati Tanah Laut, Senin (4/2).

Dia bercerita, selama 14 tahun desanya tidak pernah menikmati aspal mulus lantaran jalan di Desa Pantai Linuh ini selalu dilintasi angkutan tambang bijih besi. Ironisnya, selama itu juga tidak mendapatkan perbaikan untuk pengaspalan.

Karena itu, dia mengatakan cukup sudah. Jika perusahaan PT BTG masih nekat melintasi jalan tersebut, maka pihaknya bersama aparat desa akan mengundurkan diri dari pemerintahan desa.

Beredar informasi pihak perusahaan juga melakukan intimidasi kepada warga dengan mendatangkan preman. PT BTG membantah hal itu.

“Tidak ada kami mendatangkan preman, itu yang datang merupakan karyawan kami,” ucap Huzaimi selaku perwakilan perusahaan PT BTG.

“Justru pihak Kepala Desa membawa senjata tajam saat pihaknya datang secara baik-baik,” tambahnya.

Dikatakannya karyawan yang datang itu ingin mengetahui secara langsung alasan penolakan angkutan bijih besi melintasi Jalan Desa Pantai Linuh.

Menurutnya, persoalan ini sepele dan tidak perlu dibesar-besarkan, karena pihaknya selaku perusahaan meneruskan pekerjaan yang terhenti dan mengirim bijih besi sebanyak 700 rit.

“Kades membesar-besarkan ada korban kecelakaan dan penyakit ispa, selama ini mana ada korban itu?” ucapnya.

Dia juga meminta pengertian, sebab perusahaannya selama 4 tahun tidak beroperasi lantaran harga bijih besi mengalami penurunan.

Sekarang, PT BTG mendapat kerjasama dengan PT Krakatau Steel untuk mempersiapkan bahan baku bijih besi.

Pertemuan yang dipimpin oleh Bupati Tanah Laut Sukamta itu juga melibatkan Dandim 1009 Pelaihari Letnan Kolonel (Inf) Bagus Adrianto, Kapolres Tala Ajun Komisaris Besar Polisi Sentot Adhi Dharmawn, Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Laut Sri Tatmala Wahanani dan sejumlah Anggota Komisi III DPRD Tala.

Anggota DPRD Tala yang hadir meminta persoalan ini diselesaikan dengan baik, dan tidak merugikan masyarakat Desa Pantai Linuh.

Pihaknya juga menawarkan kepada perusahaan untuk menggunakan jalan alternatif. Ditambahkan lagi, perusahaan harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku, sehingga saat melakukan kegiatan tidak ada permasalahan.

Sementara itu, Bupati Tala Sukamta menyebutkan bahwa pertemuan ini untuk mendapatkan informasi dari semua pihak, baik dari perusahaan maupun warga yang diwakilkan oleh Kepala Desa.

Dia meminta kepada kepala desa bersama aparat untuk tidak mengundurkan diri dari jabatan, karena akan merugikan masyarakat secara luas.

“Janganlah mengundurkan diri menjadi aparat desa dengan persoalan ini,” tegasnya.

Sukamta menambahkan, pihaknya akan menyelesaikan hal ini dengan membentuk tim khusus.

Diperkirakan, hari Kamis mendatang sudah ada langkah-langkah yang dapat dilakukan. Pihaknya berharap, kedua belah pihak dapat menjaga keamanan dan ketertiban.

Perlu diketahui, Direktur Baratala Arif Rahman menyebutkan, adanya aktivitas pertambangan bijih besi di Tala ini merupakan peluang bisnis untuk memberikan Pendapatan Asli Daerah, karena pertambangan bijih besi di Tala hanya dikelola oleh Perusda Baratala.

Terlebih lagi permintaan pasar dan kualitas bijih besi di Tala sudah kelas premium. Untuk permintaan pasar, PT Krakatau Steel memiliki kebutuhan 900 ribu metrik ton selama tiga tahun dan permintaan pasar lokal hampir 70 persen.(ay/ran)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#Banua Infrastruktur #infrastruktur