Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tagih Janji Perbaiki Jembatan

aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin • 2019-02-08 10:35:05

BANJARMASIN – Sudah pernah dijanjikan sejak tahun 2014. Jembatan Ulin Sungai Kelayan Timur, di Jalan Tatah Bangkal, Banjarmasin Selatan ternyata tak kunjung diperbaiki hingga saat ini.

Padahal di tahun 2013, Pemko sudah membebaskan bangunan yang berada di area sekitar. Jembatan ini satu-satunya akses warga untuk menyeberang.

Khususnya bagi siswa SMAN 9 Banjarmasin. Tak heran tiap pagi dipastikan macet. Terlebih, jembatan ini hanya bisa dilalui satu mobil.

“Harus sabar dulu menunggu dari arah depan melintas. Terkadang harus menunggu 4-5 menit karena bergantian,” keluh Indra siswa SMAN 9 Banjarmasin, kemarin (7/2).

Jalan Tatah Bangkal adalah jalan alternatif dari Jalan Kelayan menuju ke Jalan Gubernur Subarjo atau Jalan Lingkar Basirih. Namanya jalan alternatif, tak hanya kendaraan pribadi yang melintas. Angkutan pun melintas jalan ini.

Saking ramainya, kemacetan tiap pagi tak terelakkan. Indra bercerita juga pernah ada angkutan yang mogok di sekitar jembatan. Kemacetan parah terjadi hingga berjam-jam.

“Jembatan memang masih layak, sayangnya untuk berselisihan tak bisa. Padahal yang melintas semakin hari semakin banyak di jembatan ini,” ucapnya.

Sebagai warga sekitar, Zaskia menagih janji Pemko untuk membangun jembatan yang lebih representatif pada tahun 2014 lalu. Padahal lahannya ketika itu dikejar-kejar untuk dibebaskan demi terbangunanya jembatan.

“Janji lama, tapi sampai sekarang tak terealisasi,” tukasnya.

Hal senada dituturkan Sopian. Warga Kelayan Timur ini mengeluhkan dibiarkannya jembatan ini oleh pemerintah. Menurutnya, akses jalan alternatif ini harus benar-benar menjadi perhatian Pemko.

“Jalan ini tak hanya warga sekitar yang melintas. Tapi juga angkutan. Harusnya menjadi perhatian serius dan prioritas,” ujarnya.

Pemko bukan melakukan pembiaran. Sumber di Dinas PUPR Banjarmasin mengungkapkan jembatan tersebut akan ditangani maksimal tahun ini. Bahkan diganti dengan jembatan beton.

“Penanganan akan dilakukan di sana,” bebernya.

Kepala Bidang Jembatan Dinas PUPR Banjarmasin, Rustam mengungkapkan selain mengganti 19 jembatan ulin kecil dengan jenis box culvert, pihaknya juga melakukan penanganan salah satu jembatan besar di kawasan Banjarmasin Selatan.

Ditanya terperinci, Rustam menghindar. Alasannya karena belum dilakukan lelang, dirinya tak mau mengungkapkan titik lokasi 19 jembatan dan 1 jembatan besar yang akan ditangani pihaknya.

“Tak etis diungkapkan karena belum dilakukan lelang pekerjaan,” kelitnya.

Yang pasti, penanganan jembatan besar itu ungkapnya disokong dengan anggaran dari pemerintah pusat melalui dana DAK sekitar Rp8 miliar.

“Memang jembatannya ulin, nanti diganti dengan beton,” terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Matnor Ali mengingatkan Dinas PUPR agar sesegeranya melakukan pekerjaan fisik yang sudah menjadi prioritas.

Dia tak ingin ketika pekerjaan lamban, kualitas pekerjaan akan terganggu karena dikejar waktu.

“Jangan sampai demikian. Saya sudah menyaksikan sendiri dengan pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah. Karena dikerjakan lamban, keramiknya banyak yang retak. Jangan sampai seperti ini,” tekannya.(mof/at/dye)

Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin
#Banua Infrastruktur