BANJARMASIN - Pemandangan tak nyaman terlihat di Jalan Lingkar Dalam Selatan. Kondisinya memprihatinkan. Rute alternatif ini seperti bubur.
Tambah parah lantaran angkutan berat melintasi jalur penghubung menuju Pelabuhan Trisakti itu.
Kerusakan parah itu sudah terjadi empat bulan belakangan. Aba banyak lubang yang menganga membentuk sumur.
Jika dihitung, ada tiga titik kerusakan yang sangat parah sepanjang 1 kilometer lebih. Warga cuma bisa memanfaatkan sisi jalan untuk melintas. Kalau berani ke tengah, bisa-bisa terperosok.
Contohnya kemarin (19/2). Satu pickup bermuatan beras nekad melibas. Akhirnya amblas di tengah-tengah. Untung saja ketika itu ada truck yang membantu menarik. Itupun hanya bergerak mundur. Tak bisa dipaksa maju ke depan.
“Untung diselamatkan truck yang pas lewat. Jika tidak menunggu jalan kering dulu," keluh Gani, sopir pikup.
Jalan ini sebelumnya masih bisa dilalui di bagian sisi. Dengan catatan cuaca kering. Nah, hujan yang mengguyur Banjarmasin kemarin malam membuat jalan seperti medan off road.
"Jalan ini cocok untuk medan trail para pejabat," selorohnya.
Gani memilih jalur Lingkar Selatan Dalam untuk mempersingkat waktu tempuh. Menurutnya dari tengah kota lehih cepat bisa sampai ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Begitu juga sebaliknya.
"Bisa menghemat 15-30 menit untuk masuk kota. Harusnya jalan alternatif ini nyaman dilintasi," tukasnya.
Salman Farisi, warga sekitar menyayangkan lambannya penanganan dari pemerintah. Padahal jalan ini adalah jalur vital warga.
"Kasihan anak-anak sekolah yang tiap hari melintas di jalan ini," ucapnya.
Dia bercerita, insiden amblasnya mobil tak hanya sekali terjadi. Tapi sudah sering. Bahkan puluhan kali.
"Kadang malah truck tronton yang tak bisa bergerak," sebutnya.
Warga lain, Mahli sependapat. Ia menyebut, jalan akan semakin hancur jika lamban ditangani. Pasalnya, angkutan bermuatan besar sering melintas. Sebut saja seperti kontainer.
"Yang mobilnya double gardan tak masalah. Mereka melintas semakin memperbesar lubang,” ucapnya.
Kerusakan Jalan Lingkar Dalam Selatan cukup mebuat Pemko Banjarmasin dilema. Mereka tak bisa turun tangan. Ingin memperbaiki jalan itu, namun terkendala statusnya yang berstempel Pemprov Kalsel. Terpaksa, perbaikan menunggu upaya dari pemerintah provinsi.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kalsel, Yasin Toyib mengungkapkan, tahun ini ruas jalan tersebut akan ditangani. Pagu anggaran sudah disiapkan. Nilanya Rp14 miliar lebih.
"Sudah kami lelang. Mudah-mudahan akhir bulan ada pemenangnya. Ruasnya dari perempatan Gatot hingga Lingkar Dalam Selatan. Insya Allah bulan depan sudah tertangani," kata Yasin. (mof/at/nur)
Editor : aqsha-Aqsha Radar Banjarmasin