MARTAPURA--Menghindari kepadatan jemaah saat puncak haul ke-14 Guru Sekumpul, Polres Banjar bersama relawan kembali memanfaatkan aliran irigasi untuk jalur evakuasi.
Jalur evakuasi sendiri penting, karena dapat dimanfaatkan untuk membawa jemaah yang sedang memerlukan pertolongan cepat. Sementara, jika dibawa melewati jalan darat, kemungkinan sulit lantaran padatnya jemaah.
Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete mengatakan, untuk bisa memaksimalkan irigasi sebagai jalur evakuasi. Pihaknya bersama stakeholder terkait telah menempatkan sejumlah perahu karet di beberapa titik.
"Dengan dimanfaatkannya irigasi, kita bisa langsung membawa jemaah yang sakit ke RS tanpa harus berjejalan dengan banyaknya jemaah yang ada di sepanjang jalan," katanya.
Sementara untuk rumah sakit, dia mengungkapkan sebagian besar telah mengonfirmasi bakal buka 24 jam untuk melayani jemaah haul yang sakit. "Dengan begitu kita tidak sulit mencari RS, sebab semuanya buka," ungkapnya.
Dari pantauan Radar Banjarmasin Sabtu (9/3) kemarin, sejumlah perahu karet tampak sudah terparkir di sepanjang aliran irigasi yang ada di Jalan Sekumpul. Selain itu, ada beberapa petugas yang stand by di tenda. Untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu ada jemaah yang harus dievakuasi lewat jalur irigasi. (ris/ema)
Editor : berry-Beri Mardiansyah