Dari Liang Anggang, Landasan Ulin, Trikora hingga jalur Cempaka. Puluhan posko relawan berdiri. Baik perkumpulan, relawan emergency, instansi hingga kongsian antar warga. Semuanya menyatu padu untuk menyambut jemaah haul yang datang dari berbagai penjuru.
Oleh MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru
Belum genap pukul 09.00 Wita. Hampir 2000 bingkisan di posko relawan warga Cempaka Banjarbaru ludes. Diserbu ribuan jemaah yang melewati Jalan Mistar Cokrokusomo.
Padahal para warga ini baru memulai pembagian bingkisan dari pukul 08.00 Wita. Namun animo jemaah untuk menghadiri acara religi terbesar di Banua ini begitu banyak.
Bingkisan sendiri bervariatif. Ada yang menyediakan air mineral, roti hingga beberapa nasi bungkus. Isi bingkisan sepertinya tidak jadi masalah. Karena tampak, jemaah sangat menyambut bantuan yang disodorkan oleh warga.
Andre, salah seorang warga Cempaka yang sedang membagikan bingkisan mengaku dalam satu jam setidaknya ada 1700 bingkisan yang terhitung berpindah tangan ke jemaah.
"Alhamdulillah, saya hitung satu jam ada 1700 bingkisan yang habis. Animo Jemaah luar biasa," ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Aries. Di lokasi yang sama, ia yang membagikan ribuan gelas kopi, teh serta sirop mengaku cukup "kaget" dengan banyaknya jemaah.
"Kita mempersiapkan cukup banyak, ternyata di luar ekspektasi. Banyak sekali Jemaahnya. Ini yang baru lewat sini dan singgah di posko kita," katanya.
Memang dalam pantauan wartawan, ada banyak sekali posko di jalur Mistar Cokrokusomo. Baik dari persimpangan Bati-bati hingga mengarah ke Simpang Empat Banjarbaru.
Dominan, jemaah yang melewati jalur ini adalah dari Tanah Laur, Tanah Bumbu hingga Kotabaru. "Kebanyakan jemaah dari tiga kabupaten itu. Dilihat dari stikernya," kata Andre.
Beralih ke arah Landasan Ulin. Di beberapa titik juga tampak bertengger posko singgah jemaah. Tidak hanya para relawan emergency atau Damkar. Namun warga sekitar juga turut turun ke jalan.
Salah satunya Bainah. Warga Landasan Ulin area Bandara ini mengaku bersama rekan-rekannya baru tahun ini ikut berpartisipasi dalam menyambut jemaah.
"Kalau dihitung-hitung, dalam satu jam tadi lebih seribu bingkisan yang habis. Ini kita sekarang sambil membagikan minuman juga," katanya.
Ditanya alasan mengapa ikut turut berpartisipasi? Bainah menjawab jika ini semata-mata atas insiatif warga untuk menyambut jemaah yang jauh.
"Tadi saja ada yang dari Sampit, Kalteng. Alhamdulillah bermanfaat. Juga menjalin keakraban sesama kita di sini," katanya.
Kemudian, di posko-posko yang ada di Trikora. Tampak posko juga dikerumuni jemaah. Khususnya yang menggeber sepeda motor. Mereka bersantai untuk sekadar melepas penat dan mengisi dahaga atau perut.
"Kalau bingkisan juga banyak yang habis. Kira-kira sudah hampir 2000-an dalam satu jamnya. Rata-rata dari Banjarmasin, Batola sama Kalteng," kata Angga, warga yang bermukim di areal Trikora di dekat Palm ini.
Selain tampak relawan yang membagikan bingkisan. Beberapa juga memilih menyumbang tenaga dalam hal mengatur lalin. Tidak hanya yang berprofesi sebagai polisi atau relawan emergency. Beberapa warga juga turun ke tengah jalan untuk sekadar mengatur arus.
"Kalau ada posko biasanya rentan macet lantaran jemaah memperlambat laju kendaraan untuk menerima bungkusan yang disodorkan warga. Nah saya bantu mengatur (lalin) saja," kata Saufi, warga Sungai Besar di Jalur Mistar Cokrokusomo.
Memang, momen pelaksanaan haul tahun ini begitu padat. Namun, hal ini juga turut dibarengi dengan antusias warga di Banjarbaru menyambut kedatangan jemaah. (rvn/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin