Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

UNBK SMA: "Soal Matematikanya Ngalih Banar"

miminradar-Radar Banjarmasin • Selasa, 9 April 2019 - 16:01 WIB

BANJARMASIN - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA berakhir kemarin (8/4). Berakhir tanpa kendala berarti. Namun, peserta mengeluhkan naskah soal Matematika yang terlampau sulit. Banyak soal-soal baru yang belum pernah siswa temui di kelas.

"Dari 40 soal, cuma 10 soal yang saya yakini berhasil dijawab dengan benar. Sisanya, pasrah saja. Baru separuh jalan dikerjakan sudah mandek," kata Dewi Arianti, siswi kelas XII IPA SMAN 4 Banjarmasin.

Keluhan serupa juga diutarakan Misdayanti, teman sekelasnya. "Ngalih banar (susah betul). Saya belum pernah menemui soal-soal seperti itu selama try out. Benar-benar baru bagi saya," timpalnya.

Contoh soal bercerita yang menuntut penguasaan rumus peluang. "Kita dikasih beberapa petunjuk. Lalu menghitung peluangnya. Soalnya dalam bentuk pencarian password," ujarnya.

Padahal, para guru sudah coba mengantisipasi dengan menyisipkan HOTS. Apakah itu melalui materi ajar di kelas, simulasi maupun ujian akhir sekolah. "Sewaktu try out sering dihadapkan pada HOTS. Tapi pas UN ternyata jauh lebih sulit," ujarnya.

HOTS adalah singkatan dari higher order thingking skill. Artinya, soal-soal yang menuntut kemampuan berpikir tinggi untuk menyelesaikannya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mewanti-wanti sekolah. Supaya memberikan perhatian khusus pada kemunculan HOTS.

Jika itu perkara soal, lalu bagaimana dengan jalan ujian? Kedua siswi berkerudung ini kompak mengatakan lancar. "Karena sudah sering simulasi, jadi tak grogi lagi pas ujian pakai komputer," kata Misdayanti.

Kekhawatiran tentang gangguan teknis juga tak terbukti. "Lancar, cukup sekali log in. Listriknya bagus. Internetnya juga enggak lemot," ungkap Dewi.

Dari sekolah di Jalan Teluk Tiram Laut itu, ada 249 peserta UNBK. Ujian dibagi tiga sesi. Sekolah ini memiliki 80 unit komputer plus 5 komputer cadangan yang disebar pada dua ruang kelas.

Menanggapi keluhan muridnya, Kepala SMAN 4 Banjarmasin, Tumiran menganggapnya wajar. "Namanya juga anak-anak. Pasti mengeluh kesulitan. Maunya dikasih soal yang gampang terus. Wajar lah," ujarnya.

Tumiran menegaskan, materi HOTS sudah disuguhkan kepada siswa sejak setahun terakhir. Jadi mestinya tak ada lagi yang kelabakan. "Karena tahun lalu banyak soal-soal yang belum pernah dipelajari anak-anak bermunculan," ceritanya.

Kebetulan, Tumiran juga dipercaya sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Banjarmasin. Hingga hari terakhir UNBK, Tumiran mengklaim tak mendengar satu pun keluhan dari kepala sekolah di ibukota provinsi tersebut.

"Tak ada pemadaman listrik. Internetnya juga oke. Bandingkan dengan tahun kemarin. Sampai-sampai ada kasus trafo pecah. Pelaksanaan UNBK semakin matang berkat pengalaman selama bertahun-tahun," terangnya.

Disebutkannya, tahun ini ada 13 SMA negeri dan 15 SMA swasta yang mengikuti UNBK. Rinciannya, 3.176 siswa dari sekolah negeri dan 1.259 siswa dari sekolah swasta. "Semuanya sudah sanggup menggelar UNBK mandiri. Tak ada lagi yang menumpang," pungkasnya puas. (fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#unbk