Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

KASIHAN..!! Pas Mau UNBK, Gedung Terbakar

izak-Indra Zakaria • Selasa, 23 April 2019 - 16:00 WIB

BANJARMASIN - Hari pertama (22/4) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP di Banjarmasin berlangsung kacau. Beberapa sekolah mengeluhkan internet putus. Sampai-sampai ada yang ujian menggunakan tethering smartphone.

Gangguan teknis itu menimpa SMPN 9 di Jalan Batu Benawa, Banjarmasin Tengah. "Pukul 07.30 semestinya ujian sudah dimulai. Internetnya malah putus. Saya konfirmasi ke Telkom, katanya ada gangguan massal. Entah apa penyebabnya," kata kepala sekolah, Pahri.

Operator sekolah kemudian mengusulkan penggunaan tethering. Yakni fitur hotspot WiFi yang tersedia di smartphone. Pahri sempat ragu. "Saya mengira sinyalnya takkan kuat. Eh, ternyata bisa. Alhamdulillah," imbuhnya.

Tiga smartphone milik guru disiagakan untuk menyuplai tiga server sekolah. Guna menyokong 106 unit komputer sekolah. Seorang guru lalu berlari ke kios pulsa terdekat. Membeli paket data tambahan untuk berjaga-jaga.

Dampaknya, ujian molor hingga satu jam. Karena sudah banyak waktu terbuang, sekolah pun memberi keringanan kepada siswa. Porsi menjawab naskah soal ditambah. Ujian sesi kedua dan ketiga pun ikut-ikutan molor hingga sore.

Di sini, ada 304 siswa yang mengikuti UNBK. Tersebar di tiga kelas. Dibagi pada tiga sesi ujian. "Saya sudah cek ke sekolah tetangga, di SMPN 2 internetnya lancar saja," pungkas Pahri.

Mendengar laporan itu, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Banjarmasin, Sah Nan langsung mendatangi lokasi. "Jauh-jauh hari sudah ada rapat bareng PLN dan Telkom. Kami sudah tekankan, jangan ada pemadaman listrik atau internet down selama UNBK berlangsung," terangnya.

Sah Nan tak menyangka masalah ini bakal terjadi. Karena beberapa kali simulasi digelar, ujian berlangsung lancar. "Saya curiga akibat cuara buruk tadi malam. Kan hujan dan anginnya kencang sekali," ujarnya.

Ditanya adakah sekolah lain yang menghadapi kendala serupa, Sah Nan menyebut SMPN 28 di Jalan Kelayan A, Banjarmasin Selatan. Dua hari menjelang UNBK digelar, server sekolah mendadak mengalami kerusakan.

Ketika dibawa ke tempat servis, perbaikannya diperkirakan membutuhkan waktu lama. Dipastikan takkan sempat mengejar jadwal ujian. "Untung ada SMPN 6 yang menolong meminjamkan server," tukas Sah Nan.

Pantauan Radar Banjarmasin, internet putus dan lemot juga terjadi di SMPN 15 di Jalan Kuin Utara dan SMPN 8 di Jalan Gerilya. Sempat terputus, setelah 15 menit berlalu, baru internet kembali terkoneksi.

Mengutip data Disdik, ada 35 SMP negeri yang menggelar UNBK. 30 sekolah sanggup menggelar secara mandiri, sisanya masih menumpang. Yakni SMPN 11, 12, 13, 23 dan 31. Total pesertanya mencapai 10.169 siswa, baik dari SMP negeri, swasta, maupun Madrasah Tsanawiyah.

---

Sementara itu, UNBK di Madrasah Tsanawiah (MTs) Muallimin Barabai diliputi kesedihan. Sekolah harus menyambungkan jaringan listrik dan internet menumpang di gedung lain, menyusul terbakarnya gedung sekolah yang akan dipakai UNBK.

“Untuk sementara, karena beberapa kabel listrik serta internet juga hangus terbakar, jaringan internet terpaksa menumpang di Madradah Aliyah (MA) Mualimin. Alhamdulillah, 109 siswa-siswi yang mengikuti UNBK berjalan dengan lancar,” ucap Hendrawan, guru di sekolah yang berada di Kompleks Pendidikan Mursyidiyah, Kelurahan Barabai Darat, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) itu.

Kebakaran terjadi Minggu Pukul 05.00 dini hari. Dua ruang guru dan tiga ruang belajar yang rencananya bakal dijadikan tempat berlangsungnya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) habis dilalap sang jago merah. “Ruang Kepala Madrasah dan ruang guru, beserta aset dan berkas-berkas hampir 100 persen terbakar. Pun demikian dengan ruang belajar yakni kelas VII A, VII B dan VIII A,” tutur Hamrullah, kepala MTs Muallimin Barabai.

Radar Banjarmasin yang datang pagi harinya melihat lima ruangan yang dimaksud benar-benar hangus. Meski barang-barang yang sudah menjadi arang selesai disingkirkan dan dibersihkan, bercak hitam akibat amukan sang jago merah, masih mendominasi dinding-dinding bangunan yang terbuat dari beton. Sementara bagian plafonnya, hanya menyisakan rangka besi.

Meski begitu, Hamrullah beserta guru-guru lainnya tetap bersyukur, karena ruang belajar yang diamuk sang jago merah ak sempat menghanguskan ruangan penyimpanan komputer untuk keperluan UNBK. Ruangan yang berada tepat di samping gedung yang terbakar, itu berhasil diselamatkan oleh para pemadam kebakaran yang datang.

“Kami sangat bersyukur karena pemadam kebakaran datang dengan cepat dan sigap memadamkan api,” tuturnya. Saat ini, penyebab kebakaran masih diselidiki puhak berwajib.

Ada 4.192 siswa-siswi SMP sederajat di Kabupaten HST yang mulai melaksanakan UNBK, kemarin (22/4). Kepala seksi Kurikulum Bina SMP Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Badaruddin, mengatakan, untuk jenjang SMP yang siap melaksanakan UNBK sebanyak 43 sekolah dengan jumlah siswa 1.732 orang. Sementara pada jenjang MTs sebanyak 21 sekolah dengan jumlah siswa 2.460 orang. (fud/war/ema)

Editor : izak-Indra Zakaria
#unbk #Banua Ujian Nasional (UNBK)