Memasuki musim kemarau saat ini di Kalsel. Selain disibukkan dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), juga disambut gembira bagi warga memiliki hobi bermain kelayangan atau layang-layang. Salah satunya di Kabupaten HSS.
-- Oleh: Salahudin, Kandangan --
SUDAH hampir satu bulan terakhir, warga Kabupaten HSS setiap sore hari banyak memenuhi area sawah. Keberadaan warga di sawah bukan untuk bercocok tanam. Tetapi untuk menerbangkan layang-layang.
Di Kabupaten HSS tempat bermain layang-layang yang banyak dikunjungi saat ini terdapat di lahan persawahan Jalan Awang Padat Karya atau Pauh, Desa Bakarung, RT 4 Kecamatan Angkinang.
Radar Banjarmasin, Jumat (30/8) sore kemarin melihat tempat bermain layang-layang yang sempat viral di media sosial (Medsos) tersebut.
Bermain layang-layang di lahan pertanian sudah tidak ada tanamannya karena petani menunggu datangnya musim hujan, untuk memulai musim tanam sudah menjadi tradisi warga Kabupaten HSS, tepatnya saat puncak musim kemarau.
Banyak warga memanfaatkan sebagai lahan untuk bermain layang-layang di tengah derasnya angin, sampai berebut layangan putus akibat diadu.
Ada ratusan pasang mata yang melihat puluhan warga silih berganti datang untuk bermain layang-layang. Tapi, sayang kemarin tidak banyak yang menerbangkan layang-layangnya ke udara karena angin bertiup kurang kencang.
Layang-layang diterbangkan ke angkasa di lahan persawahan di Jalan Awang Padat Karya atau Pauh, Desa Bakarung, RT 4 Kecamatan Angkinang ini, kebanyakan layang-layang pada umumnya. Tidak ada bedandang (layang-layang besar). “Jika angin kencang bisa sampai ratusan yang bermain layang-layangnya,” ujar Ipansyah (42) warga setempat.
Sejak akhir bulan Juli tadi setiap sore hari setelah salat Asar banyak warga dari berbagai kampung berdatangan ke lahan persawahan Jalan Awang Padat Karya atau Pauh, Desa Bakarung, RT 4 Kecamatan Angkinang ini untuk bermain layang-layang.
Mereka bermain layang-layang bukan hanya anak muda saja. Namun, orang tua dari berbagai profesi serta perempuan juga ikut ambil bagian.
“Sekarang bisa sekitar seribu orang yang datang dan bermain layang-layangnya,” sebut pria yang juga sebagai penjual minuman ini.
Menjelang Magrib, biasanya satu persatu warga mulai menurunkan layang-layangnya untuk pulang ke rumah masing-masing, dilanjutkan besok hari bermain di lokasi sama yang juga ada pemandangan pegunungan meratus terlihat indah di sekitarnya.
Bahkan saking banyaknya warga datang baik untuk sekadar melihat atau bermain layang-layang ke lahan persawahan tersebut menjadi berkah bagi pedagang makanan dan minuman.
Saat ini cukup banyak pedagang makanan dan minuman dilokasi persawahan tempat bermain layang-layang karena lahannya luas dan lokasinya cukup strategis. Berdekatan dengan perbatasan Kecamatan Telaga Langsat, Padang Batung dan ibukota Kabupaten HSS yaitu Kandangan.
Selain pedagang makanan dan minuman, saat ini di sekitar lahan persawahan tersebut juga ada pedagang layang-layang. Harga dijual pedagang satu unit layang-layang berkisar sekitar mulai harga Rp 5 ribu.
Muhammad Zaidan Noor, salah satu warga Kandangan mengaku sudah sekitar dua minggu terakhir hampir setiap hari ke lokasi bermain layang-layang di lahan persawahan Jalan Awang Padat Karya atau Pauh, Desa Bakarung, RT 4 Kecamatan Angkinang.
“Dua minggu terakhir ini lah ke sini bersama-sama teman. Bisa lima orang atau enam orang,” ujar pria yang menjabat Ketua KONI HSS ini.
Dirinya bersama teman-temannya datang untuk bermain layang-layang setelah salat Ashar sampai menjelang Magrib. “Ya sekitar satu setengah jam lah mainnya,” sebutnya.
Dalam sekali bermain layang-layang sudah menjadi hobi sejak kecil, Zaidan bersama teman-temannya membawa cukup banyak persediaan. “Sekitar 30 layang-layang dibawa dari berbagai ukuran dan benangnya sekitar delapan unit. Kalau putus sudah tak terhitung berapa layang-layangnya,” sebutnya.
Bermain layang-layang dilakukannya juga untuk melestarikan salah budaya di Kalsel. “Ya daripada melakukan hal tidak baik, mending main layang-layang. Mari kita lestarikan bersama layang-layang budaya Kalsel ini,” ajaknya.
Menurutnya bermain layang-layang juga dapat menghilangkan stres dari pekerjaan yang digeluti setiap hari. “Bisa sekalian silaturahmi juga dengan warga,” pungkasnya. (bin/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin