H Zainal Aqli Tukacil yang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi Ohud Madinah dipastikan tak akan pulang ke Banua lagi. Jemaah haji asal Batola ini dikabarkan telah meninggal dunia, Kamis (12/9).
---
Kabar duka ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalsel , Fahmi Noor kepada Radar Banjarmasin, siang kemarin. “Jemaah haji yang sempat di rawat di Madinah meninggal sekitar pukul 03.00 Waktu Arab Saudi,” ucapnya.
H Zainal Aqli Tukacil adalah rombongan jemaah haji yang masuk di kloter 12.Kloter ini isinya adalah warga Kabupaten Barito Kuala, Banjar dan Kota Banjarmasin. Fahmi mengungkapkan, Zainal termasuk kategori resiko tinggi.
Jemaah asal Barito Kuala ini sebutnya berusia 73 tahun. Informasi yang baru diterima pihaknya, yang bersangkutan mengalami gangguan pernapasan yang mengakibatkan susah makan. “Meninggal karena sakit PPOK anoreksia atau gangguan pernafasan akut,” jelasnya.
Sejatinya, Zainal tiba di tanah air pada 5 September lalu. Tapi lantaran masih menjalani perawatan medis, dia urung dipulangkan. Rencananya, nanti setelah sembuh Zainal akan dipulangkan bersama dengan rombongan lain oleh Pemerintah Arab Saudi. Namun takdir berkata lain. “Jenazah akan dimakamkan di Madinah,” ucap Fahmi.
Kabar meninggalnya H Zainal Aqlie dibenarkan Plt Kabag Kesra Setda Batola, Muzakir. Muzakir mengaku menerima kabar meninggalnya jemaah Batola ini, dari pesan singkat WhatsApp dari tim kesehatan yang berada di Madinah. Kepala Kemenag Batola Rusbandi menambahkan Zainal disalatkan di Masjid Nabawi setelah salat Zuhur. Di Batola, salat gaib juga dilakukan.
Hj Siti Juharah(65), istri almarhum H Zainal Aqli mengaku sudah menerima kabar duka ini. Menurut ceritanya, seluruh pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepulangan sang suami. "Kami sekeluarga sudah ikhlas," ujarnya saat ditemui Radar Banjarmasin, Kamis (12/9) kemarin.
Hj Siti Juharah sebenarnya berangkat haji dengan suaminya itu namun dia dipulangkan bersama jemaah lainnya yang tergabung di kloter 12. Meski berat, dia akhirnya meninggalkan sang suami.
"Sebelum pulang saya izin sama suami. Dia memegang erat tangan saya," ceritanya seraya berpesan pada suaminya agar mengikuti perawatan yang ada agar bisa pulang ke Banua.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel Fahmi Noor menyebutkan pemulangan jemaah haji asal Kalsel sendiri kini tinggal 2 kloter. Yakni kloter kloter 18 yang akan pulang Jumat (13/9) ini dan kloter terakhir 19 pada Minggu (15/9).
“Khusus kloter 18 semuanya jamaah haji asal Kalteng. Jemaah asal Kalsel tersisa 2 kloter, 17 dan 19,” jelasnya.
Fahmi menambahkan, sampai kemarin, jumlah jemaah haji asal Embarkasi Banjarmasin yang wafat jumlahnya 17 orang. Terdiri dari 9 orang berasal dari Kalsel dan 8 orang dari Kalteng. (gmp/bar/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin