BANJARMASIN - Intake Sungai Bilu masih setop beroperasi. Air Sungai Martapura di kawasan itu belum bisa diambil lantaran terlampau asin. Hingga kemarin (26/9), kadar garamnya bahkan mencapai 6.075 miligram per liter.
Kadar garam itu diukur kemarin pagi. Angkanya jauh sekali melebihi ambang batas maksimal. Yang dipatok hanya 250 miligram per liter. PDAM tak mau mengambil risiko untuk tetap memproduksi air bersih melalui Intake Sungai Bilu.
“Kadar garamnya terlalu banyak. Tidak mungkin untuk diolah menjadi air bersih,” kata Humas PDAM Bandarmasih, Muhammad Nur Wakhid.
Dibandingkan dua hari lalu, kadar garamnya juga meningkat drastis. Pada Minggu (22/9) tadi, baru mencapai 2.658 miligram per liter.
PDAM tak bisa berbuat banyak. Sejauh ini mereka terpaksa membebankan pengolahan air bersih melalui Intake Sungai Tabuk. Dampaknya, terjadi penurunan tekanan di saluran pipa yang didistribusikan ke pelanggan.
“Intake Sungai Tabuk ini sejatinya cuma memproduksi air untuk pelanggan Banjarmasin Timur dan Selatan. Tengah, Barat dan Utara mengambil di Sungai Bilu,” jelasnya.
Jadi jangan heran jika aliran air di rumah Anda tak deras. Bahkan sama sekali tak mengalir. Penyebabnya, karena faktor alam.
Apakah PDAM tak punya jalan keluar? Sejauh ini belum ada. Pilihan cuma Intake Sungai Tabuk. Sebab, mereka tak punya teknologi untuk memproduksi bahan baku air asin.
“Teknologi ini biayanya sangat besar. Kalau pun mau ada biaya yang akan dibebankan ke pelanggan bisa 15 kali lipat,” sebut Wakhid.
Tak ada kah cara lain? Jawabnya; ada. Dengan membangun embung untuk menampung air. Sayangnya, ini juga mustahil dilakukan sekarang. PDAM sedang seret anggaran. Apalagi dalam dua tahun terakhir, tak ada penyertaan modal yang mereka terima. Dari pemko apalagi pemprov.
Saat ini PDAM hanya berharap pada alam. Jika hujan turun dengan intensitas lebat, setidaknya bisa mendorong intrusi air laut ke muara. Seperti yang terjadi kemarin sore. “Saya memonitor, sore ini (kemarin, Red) hujan turun di beberapa daerah. Tanjung, Rantau, Banjarbaru dan Banjarmasin,” sebutnya.
Hasilnya cukup bagus. Kadar garam di Sungai Martapura menurun drastis. Dari data yang diambil PDAM pada pukul 17.00 Wita, kemarin sore, angkanya menjadi 2.747 miligram per liter.
Meski begitu, tetap saja Intake Sungai BIlu belum bisa menggunakannya. Angkanya masih jauh sekali dari batas maksimal. “Kami harap, malam ini (kemarin, Red) dan seterusnya hujan kembali turun. Terutama di bagian hulu sungai. Supaya air laut yang masuk terdorong keluar,” tuntasnya.(nur/dye/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin