BANJARBARU - Mengantisipasi meningginya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mulai bersiap menghadapi bahaya banjir.
Salah satu kesiapan yang mereka lakukan yakni memasang early warning system (EWS) atau alat pendeteksi dini bahaya banjir.
Kepala BPBD Kalsel Wahyuddin mengatakan, sudah ada delapan EWS yang mereka pasang saat ini. "Delapan alat kami pasang di enam kabupaten yang rawan banjir," katanya.
Dia merincikan, enam kabupaten yang telah terpasang EWS yakni Tabalong, HST, HSS dan Banjar yang masing-masing dipasangi satu unit. Sedangkan, HSU dan Tanah Bumbu dipasangi dua unit.
Lanjutnya, EWS yang dipasang tersebut secara rutin memberikan pemberitahuan tentang debit air. Yakni, pada pagi dan sore hari. "Tetapi, kalau terjadi banjir di wilayah tersebut maka setiap jam akan terus diberitahukan ukuran naik turunnya debit air," ujar pria yang akrab Ujud ini.
Dia mengungkapkan, saat ini sudah ada empat daerah yang telah meningkatkan status menjadi siaga darurat. Antara lain, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tapin, Banjar dan Barito Kuala.
"Karena sudah empat kabupaten telah menetapkan, maka provinsi juga akan menetapkan siaga darurat pada 2 Januari 2020 nanti. Rapat penetapannya nanti akan dipimpin langsung oleh Wagub 30 Desember 2019," ungkapnya.
Pemprov sendiri kata Ujud, baru-baru tadi juga sudah mengeluarkan edaran dari Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor untuk antisipasi bencana di musim penghujan. Surat edaran itu juga telah dikirim ke kabupaten dan kota di Kalsel.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kalsel, Sahruddin menambahkan selain surat edaran, pihaknya juga sudah menyiapkan peralatan. Mulai dari perahu karet, alat-alat kebencanaan dan tempat evakuasi untuk mengantisipasi akan terjadinya bencana alam di wilayah Kalsel.
Dia mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang mengalami banjir di perkotaan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan untuk meminimalisir banjir.
"Jika ada pemberitahuan dari BPBD Kalsel maupun pemerintah kabupaten/kota, masyarakat segera bersiap mengungsi. Keselamatan jiwa lebih penting dari pada harta benda," pungkasnya. (ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin