BANJARBARU - Akhirnya Covid-19 terdeteksi di Banua. Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalsel, Minggu (22/3) kemarin menyampaikan bahwa salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang diisolasi di RSUD Ulin Banjarmasin dinyatakan positif corona.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel, M Muslim mengatakan, PDP yang diketahui positif corona merupakan pasien Ulin 1. "Dia merupakan warga Banjarmasin, berjenis kelamin laki-laki dan berusia sekitar 40 tahun," katanya kepada para awak media saat konferensi pers.
Sebelum dinyatakan positif, tercatat sudah satu pekan pasien Ulin 1 dirawat di ruang isolasi RSUD Ulin Banjarmasin. Dia dirujuk dari salah satu rumah sakit swasta di Banjarmasin pada hari yang sama dengan dua PDP lain asal Tanah Bumbu, Sabtu (14/3) tadi.
Muslim mengungkapkan, pasien Ulin 1 diduga terpapar virus corona di luar Kalsel. Sebab, sebelum dirawat punya riwayat perjalanan ke Jawa dan Bali. "Berdasarkam laporan tim medis, kondisinya sekarang stabil," ungkapnya.
Dia menyampaikan, setelah dinyatakan positif, tim gugus sekarang lebih intensif melakukan traking untuk mengetahui siapa saja yang pernah bertemu atau berkumpul dengan pasien Ulin 1. "Sudah ada sejumlah orang yang masuk daftar ODP (orang dalam pemantauan) lantaran pernah bertemu dengan dia," ucapnya.
Pasien Ulin 1 sendiri kini masih diisolasi di RSUD Ulin, untuk menunggu hasil spesimen yang kini sedang diperiksa di laboratorium Litbangkes di Jakarta. "Kalau hasil sudah negatif, baru dia bisa kita pulangkan," ucap Muslim.
Selain pasien Ulin 1, dia mengungkapkan, saat ini masih ada lima PDP lain yang masih diisolasi di RSUD Ulin Banjarmasin. Di mana, satu diantaranya warga Banjarmasin yang baru dirujuk kemarin (22/3). "Jadi kita hari ini (kemarin) ada satu tambahan PDP dari Banjarmasin. Total PDP sekarang 6 orang. Satunya positif corona," ungkapnya.
Lalu kapan hasil laboratorium lima PDP lainnya akan keluar? Muslim menuturkan bahwa pihaknya masih menunggu, pasalnya ada banyak spesimen yang diperiksa Litbangkes. Sehingga, hasil harus menunggu giliran. "Kita berharap secepatnya ada laboratorium pemeriksaan Covid-19 di sini, sehingga kita bisa cepat melakukan pemeriksaan," tuturnya.
Dia menyampaikan, Kementerian Kesehatan RI telah menunjuk Kalsel menjadi salah satu lokasi laboratorium pemeriksaan Covid-19. Tepatnya di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru. Hanya saja saat ini masih menunggu sejumlah alatnya yang belum tiba. "Sekarang masih menunggu adanya reagen primer, karena dalam rangka menentukan analitis," ucapnya.
Disinggung ada berapa ODP di Kalsel saat ini, Muslim membeberkan, hingga kemarin sudah ada 386 orang. "Jumlah ODP tergantung berapa orang yang datang dari daerah positif corona. Mereka dipantau selama 14 hari, kalau tidak ada indikasi maka keluar dari daftar ODP," bebernya.
Ditanya, apa antisipasi Pemprov Kalsel jika ada lonjakan pasien corona di Banua, Muslim mengungkapkan sejalan dengan kenaikan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat Covid-19 ada beberapa peningkatan kewaspadaan yang dilakukan. "Salah satunya, kita sudah menyiapkan rumah sakit rujukan tambahan jika nanti ada lonjakan pasien. Selain itu, kita juga menambah kapasitas ruang isolasi dan peralatan di RSUD Ulin," ungkapnya.
Lanjutnya, beberapa rumah sakit yang disiapkan yakni RS Anshari Saleh Banjarmasin, RSD Idaman Banjarbaru dan RSUD Hasan Basry Kandangan. "Semua potensi yang dapat dikembangkan rumah sakit untuk mengisolasi pasien dan sebagainya kita optimalkan sesuai standar yang ada," paparnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin mengatakan, selain menyiapkan rumah sakit rujukan baru, berdasarkan hasil video teleconference yang dilakukan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bersama bupati/walikota se-Kalsel, seluruh kabupaten/kota juga diminta menyiapkan ruang isolasi di rumah sakit yang ada di daerahnya masing-masing.
"Karena dikhawatirkan daerah nantinya ada menerima pasien diduga corona, jadi sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan harus diisolasi dulu," katanya.
Selain itu, dia menuturkan, sejalan dengan naiknya status, gubernur juga akan membuat surat edaran untuk bupati/walikita agar melakukan skrining cegah tangkal di semua jalur masuk lintas provinsi. "Setiap jalur masuk nantinya didirikan posko dengan dilengkapi peralatan cegah tangkal, seperti alat pendeteksi suhu tubuh," tuturnya.
Sementara itu, kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk dokter dan perawat corona juga menjadi fokus pemerintah. Pasalnya banyak rumah sakit yag mengeluhkan ketiadaan APD. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengusulkan pemerintah menambah APD untuk petugas kesehatan.
Anggota DPR RI dari Kalsel Syaifulla Tamliha mengatakan hari ini sedianya pemerintah pusat akan mendistribusikan APD yang langka hampir semua daerah. "Mohon doanya agar kita bisa memperjuangkan APD tersebut untuk semua Kab/kota seKalsel, terutama untuk Rumah Sakit Rujukan di Kalsel," ucapnya.
Pengendara Disemprot Cairan Disinfektan
Pandemi Covid-19 di Kalsel tak ayal membuat banyak masyarakat jadi khawatir. Instansi pemerintahan pun juga tampak sibuk menyiapkan langkah.
Kemarin (22/3) petang, Satuan Brimob Polda Kalsel mengambil langkah terkait ancaman Corona di Banua. Mereka menyemprotkan cairan disinfektan di sekitaran wilayah Banjarbaru.
Menggunakan unit Water Cannon dan beberapa unit kendaraan milik Brimob lainnya, sejumlah 102 personel berpakaian lengkap menyisir jalanan A Yani. Mulai dari depan Mako Brimob hingga menuju bundaran Simpang Empat Banjarbaru.
Dua unit water cannon berisi puluhan ribu liter cairan disinfektan disemprotkan ke tiap-tiap sudut jalan hingga kendaraan serta pengendara yang melintas. Penyemprotan dimulai dari median dan bibir jalan hingga setop di beberapa titik.
Selain menyemprotkan cairan disinfektan melalui unit Water Cannon. Tampak satu unit mobil dengan memanggul speaker bersuara nyaring menyerukan imbauan. Terkait pencegahan penyebaran virus Corona.
Khusus di Lapangan Murjani, tepatnya di titik Balai Kota Banjarbaru. Unit water cannon berhenti. Petugas khusus dari tim KBR (Kimia, Biologi & Radioaktif) menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serba putih juga turun ke jalan.
Di titik ini, mereka mengarahkan pengendara untuk melintasi kawasan yang sudah diatur petugas sembari dilakukan penyemprotan disinfektan ke bagian kendaraan.
Agung, salah seorang pengunjung Lapangan Murjani sempat heran. "Saya kira ada ancaman teror atau ada kebocoran gas apa gitu di Balai Kota. Soalnya ada Brimob dan petugas berpakaian putih-putih, rupanya penyemprotan," kata warga Sungai Besar Banjarbaru.
Iring-iringan ini sendiri berlanjut memutar balik di bundaran Simpang Empat Banjarbaru. Hingga menjelang Magrib, rombongan tiba kembali di Mako Brimob Polda Kalsel di Banjarbaru.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar Polisi Ronny Suseno kepada awak media menyampaikan jika penyemprotan tersebut merupakan perintah langsung dari Kapolri.
Yang mana katanya, bahwa instansi Polri hingga ke level daerah diintruksikan untuk memutus mata rantai daripada penyebaran Covid-19 tersebut. "Ini upaya kita untuk memutus dengan sarpras (sarana & pra sarana? yang ada," kata Dansat.
Karena di Mako Brimob Polda Kalsel memiliki unit water cannon. Maka katanya hal ini dimaksimalkan untuk melakukan upaya pencegahan sekaligus sosialisasi langsung kepada masyarakat.
"Ini akan berlanjut sampai mungkin negara dikatakan aman (dari virus Corona). Kita ada dua metode, yang pertama mobile dengan pra sadana water cannon kami berjalan menyemprotkan secara perlahan, satunya yakni secara statis di Mako Brimob kami yang berada di pinggir jalan," pungkasnya.
Pasien dalam Pengawasan Meningkat
Di beberapa daerah di Kalsel, pasien yang dalam pengawasan juga cenderung meningkat. Di Balangan, jumlah orang dalam pemantauan virus corona di Kabupaten Balangan meningkat. Hingga tadi malam menjadi 16 orang.
Hal itu diungkapkan oleh Bupati Balangan Ansharuddin dalam konferensi pers di kantornya usai Vidcon dengan Gubernur Kalsel.
Didampingi Kepala Dinas Kesehatan setempat, Ansharuddin menyampaikan, rata-rata yang masuk dalam ODP baru saja pulang dari daerah Pandemi. Salah satunya adalah anggota DPRD Balangan.
Sedangkan untuk dana darurat sendiri prioritas utama yaitu pengadaan alat pelindung diri bagi petugas baik medis maupun non medis Satgas virus corona, sarana cuci tangan di tempat umum dan lainnya yang dianggap perlu.
“Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas juga kita arahkan untuk siaga 24 jam, jadi bagi warga yang merasa ada gejala yang menyerupai virus corona, agar secepatnya melaporkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbuhnya. (ris/rvn/shn/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin