BANJARMASIN - Sembako untuk warga yang terkena dampak pandemi mulai dibagikan. Kemarin (28/4), sudah sampai Banjarmasin Utara. Total ada 8.603 paket sembako.
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menegaskan, bahwa paket sembako ini bukan untuk warga miskin dari BDT (Basis Data Terpadu). “Jadi bantuan ini dikhususkan untuk mereka yang terdampak,” katanya.
Yang dimaksud terdampak adalah warga yang kehilangan penghasilan bahkan pekerjaan lantaran wabah virus corona ini. “Jadi satu kriteria dengan warga terdampak, rentan miskin, dan orang miskin baru," jelasnya.
Menurut Ibnu, pemko sebenarnya tak wajib menyalurkan bantuan ini. Karena memang tak ada dalam pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Sebenarnya memang tidak ada kewajiban. Pembagian bansos ini murni inisiatif pemko,” ucapnya.
Tapi pemko tak ingin lepas tangan. Membiarkan warga susah selama pandemi. Mereka tetap mengupayakan bantuan. Sekalipun hanya untuk warga-warga tertentu.
“Ini salah satu upaya untuk meminimalisir dampak sosial dari mewabahnya virus ini. Bagaimanapun banyak warga yang sedang kesulitan,” ungkapnya.
Setidaknya, pemko menyiapkan 30 ribu paket sembako, plus uang tunai Rp250 ribu untuk masing-masing penerima.
Sembako yang dibagikan sendiri berupa beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, 1 kaleng susu, 6 bungkus mi instan serta 1 kotak teh celup.
Ibnu mengakui, bahwa penyaluran sembako ini sempat tertunda. Lantaran ada proses yang harus dijalani. “Kami perlu waktu untuk mendata. Lalu menyingkronkannya. Agar tak sampai dobel dengan penerima bansos dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Anggaran sembako sendiri bersumber dari relokasi APBD. Semula akan digunakan untuk bantuan sosial warga miskin yang tak ter-cover bantuan pusat. Total nominalnya mencapai Rp9 miliar.
Uang itu rupanya tak terpakai. Karena belakangan pusat menyetujui untuk membantu seluruh warga miskin yang terdata di kota ini.
“Yang terdata ada 41 ribu. Sebelumnya pusat hanya membantu 20 ribu saja. Lalu belakangan 41 ribu bantuan sosial di Bajarmasin dikabulkan. Jadi anggaran yang tidak terpakai ini kami alihkan untuk bantuan sembako,” bebernya.
Itulah pula yang menjadi alasan pemko tak memberikan bantuan sembako kepada warga miskin di BDT. Sebab, mereka sudah mendapat berbagai bantuan sosial.
“Bagi warga miskin yang masuk BDT, bantuan tunai akan dibagikan pekan ini juga. Didistribusikan melalui kantor pos,” pungkasnya. (nur/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin