Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Orang Gila Pun Kena Covid-19

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-05-09 12:09:40
TAK BEBAS CORONA: RSJ Sambang Lihum milik Pemprov Kalsel turut menyiapkan tempat khusus untuk merawat dan mengisolasi para ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) yang terindikasi ataupun sudah terinfeksi Covid-19. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN
TAK BEBAS CORONA: RSJ Sambang Lihum milik Pemprov Kalsel turut menyiapkan tempat khusus untuk merawat dan mengisolasi para ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) yang terindikasi ataupun sudah terinfeksi Covid-19. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

BANJARBARU - Kata siapa orang gila kebal virus corona? Buktinya Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum kini sedang merawat dan mengisolasi para ODGJ (orang dalam gangguan jiwa) yang terinfeksi atau terindikasi Covid-19.

Direktur Utama RSJ Sambang Lihum, dr IBG Dharma Putra mengatakan, pihaknya terpaksa ikut menyediakan ruangan khusus. Lantaran tempat isolasi ataupun rumah sakit yang disiapkan pemerintah enggan menerima pasien Covid-19 yang mengalami gangguan jiwa.

"Ada berbagai alasan (untuk menolak). Tentunya alasan klasiknya karena takut. Sebab, biasanya ada orang yang ngamuk-ngamuk. Ternyata dia ODP (orang dalam pemantauan) atau OTG (orang tanpa gejala). Jadi mereka lah yang kami tampung. Daripada ditolak di mana-mana," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, saat ini yang sudah mereka siapkan ialah satu ruang isolasi. Serta, beberapa perlengkapan untuk menangani pasien Covid-19. Salah satunya, alat pelindung diri (APD). "Kami juga menyediakan petugas yang sudah dilatih. Serta, menyiapkan metode penanganannya," ungkapnya.

Dia mengatakan saat ini sudah ada ODGJ terindikasi Covid-19 yang dirawat di RSJ Sambang Lihum. "Untuk detailnya tanyakan ke Wakil Direktur atau Kabid Medik RSJ Sambang Lihum," ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kabid Medik RSJ Sambang Lihum, dr Yusida menyampaikan bahwa saat ini sudah ada empat ODGJ terindikasi terinfeksi Covid-19 yang dirawat. "Mereka sebenarnya sudah dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Tapi, tetap kami pantau dan diisolasi pasien di ruangan khusus yang sudah disiapkan," ucapnya.

Dia menuturkan, karena hasil rapid test sejauh ini menunjukkan negatif atau non reaktif. Maka ke empat pasien tersebut menurutnya masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). "Secara fisik memang tidak ada keluhan apa-apa. Tapi dari pemeriksaan, kami curiga mereka terinfeksi Covid-19," tuturnya.

Pasien di RSJ sendiri saat ini lebih banyak diarahkan untuk rawat jalan. Sebab, dalam kondisi pandemi sekarang ini pasien lebih aman berada di rumah bersama keluarga. "Sehingga jumlah pasien yang dirawat inap saat ini turun," ujarnya.

Lalu, masih ada berapa pasien yang masih dirawat inap di RSJ Sambang Lihum? Dia mengatakan, saat ini hanya sekitar 130 pasien. "Yang masih dirawat inap cuma pasien yang belum benar-benar stabil dan diperkirakan bisa kambuh," pungkasnya. 

Sementara itu, dua hari mengalami peningkatan, grafis kasus Covid-19 Kalsel akhirnya berhenti sejenak. Kemarin, angka kasus tak mengalami kenaikan. Satu pasien bahkan dinyatakan sembuh.

“Kabar gembira kami dapat. Satu pasien asal Kotabaru dinyatakan sembuh,” tutur Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, M Muslim kemarin. 

Pasien yang dinyatakan sembuh ini adalah seorang laki-laki berusia 72 tahun. Dia sempat dikarantina secara khusus sebelum uji swab menyatakan virusnya telah hilang.

Meski angka kasus tak mengalami peningkatan, namun mereka yang terindikasi Covid-19 mengalami peningkatan. Kemarin ada penambahan 10 orang yang dicurigai mengidap Covid-19, semuanya dari Banjarmasin.

Muslim mengatakan untuk mengurangi beban fasilitas kesehatan, karantina khusus menjadi salah satu strategi untuk menahan laju lonjakan pasien.

Pasien Covid-19 tanpa gejala, dikarantina khusus dengan pengawasan dan perawatan ekstra.

Sebanyak 189 yang terkonformasi positif juga tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di Kalsel. “Memang semakin hari semakin banyak pasien. Kami pastikan fasilitas kesehatan sudah semakin baik,” ujarnya.” tandasnya.

___
Dua Kasus HSU dari Klaster Gowa

Di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), pemerintah setempat akhirnya membawa satu dari dua pasien Covid-19 ke fasilitas Isolasi Covid-19 di Ambulung, Banjarbaru. HSU menjadi daerah dengan usia kasus yang masih baru.

Bupati HSU Abdul Wahid mengatakan dua pasien Covid-19 di HSU ini sebelumnya mengikuti Ijtima Ulama Asia di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Mereka sebenarnya telah melakukan isolasi mandiri. Namun, untuk keamanan lebih lanjut penempatan diubah.

Satu pasien dari Kecamatan Amuntai Tengah berusia 48 tahun dibawa ke Banjarbaru untuk perawatan intensif dan lebih lanjut. Sementara satu pasien lainnya menjalani perawatan secara intensif di RSUD Pambalah Batung Amuntai. Pertimbangan usia yang sudah 67 tahun membuat pasien ini menjalani perawatan di rumah sakit daerah.

Sementara untuk kedua keluarga pasien, pihaknya akan memberikan bantuan sembako selama waktu isolasi. "Kami sadari kedua pasien ini merupakan tulang punggung keluarga, maka ini kami perlu memberikan dukungan untuk menunjang kehidupan keluarga yang ditinggal selama menjalani perawatan," jawab Wahid pada rekan media.

Kabid Pencegahan Penyakit P2 Dinkes HSU Masbudianto mengatakan pihaknya telah melacak kontak dua pasien ini dengan uji cepat. Hasilnya, dari 16 yang telah diuji, semuanya menunjukkan tidak ada indikasi virus. (ris/mof/mar/ran/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona