BANJARBARU - Sekali lagi, Aditya Mufti Ariffin membuat kejutan. Dia membatalkan maju dengan Ketua DPC Gerindra Banjarbaru Syahriani Syahran. Penggantinya adalah Ketua DPC PDIP Banjarbaru, Wartono. Ironisnya, meski gagal mengusung Syahriani, Gerindra tetap mengusung Aditya.
Hal ini terungkap setelah DPD Gerindra Kalsel menyerahkan SK usungan kepada lima pasangan calon di Sekretariat DPD Gerindra Kalsel, kemarin. “Kami legawa kader kami batal mendampingi Aditya,” ujar Ketua DPD Gerindra Kalsel, Abidin kemarin.
Apa yang membuat Syahriani dibatalkan?
Desas-desus yang beredar, Syahriani tak bisa dipaksakan. Sebab ada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 56/PUU-XVII/2019 melarang mantan terpidana korupsi untuk mencalonkan diri dalam Pilkada, setidaknya setelah lima tahun dari masa pembebasan.
Saat menjabat sebagai Sekda Kota Banjarbaru, Syahriani memang pernah tersandung kasus pembebasan lahan bandara. Dia divonis tiga tahun penjara, dan denda 300 juta subsider enam bulan kurungan pada 2015 silam.
Meski demikian, Abidin berkilah pembatalan mengusung Syahriani hanya karena hasil survei terakhir. “Perubahan tiba-tiba ini karena kami melihat hasil survei terakhir. Kami (Gerindra) tak masalah bukan kader yang maju,” sebutnya.
Syahriani sendiri tidak bisa berbuat banyak, karena keputusan tersebut merupakan kewenangan partai. "Ya, yang jelas kami akan ikuti perintah partai," ucapnya.
Dengan adanya dukungan dari Gerindra, pasangan Aditya-Wartono punya modal besar berlaga di Pilkada Banjarbaru. Mereka maju dengan dukungan enam kursi dari Gerindra, empat dari PPP dan tiga dari PDIP.
Aditya sendiri terlihat tak ambil pusing siapa pasangannya nanti. Menurutnya, baik Syahriani maupun Wartono sama-sama memiliki popularitas dan pengalaman di Banjarbaru. “Yang penting kuatnya mesin partai, bukan elektabilitas orang. Kalau mesin partai bekerja dengan bagus, hasilnya pun saya yakin akan bagus,” ujar Ovie yang sempat terkejut adanya perubahan kandidat wakil.
Sementara itu, Martinus - Darmawan Jaya Setiawan, Kamis (27/8) malam tadi menggelar syukuran dan doa bersama. Dalam kesempatan itu, PAN, Demokrat dan NasDem mendeklarasikan dukungan mereka untuk duet Martinus-Jaya sebagai pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru.
Pimpinan ketiga partai politik tersebut, yakni Ketua DPD PAN Banjarbaru Emi Lasari, Ketua DPC Demokrat Banjarbaru, Sumedi dan Sekretaris DPD Nasdem Banjarbaru Takyin Baskoro menyatakan sepakat untuk memenangkan pasangan Martinus-Jaya pada 9 Desember mendatang.
Terbentuknya koalisi tiga parpol ini telah memastikan duet Martinus-Jaya melenggang ke panggung Pilkada Banjarbaru, dengan mengantongi 7 kursi di parlemen DPRD Banjarbaru. NasDem 4 kursi, PAN 2 kursi, dan Demokrat 1 kursi.
Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Banjarbaru Emi Larasi mengatakan pasangan Martinus-Jaya punya komitmen untuk melanjutkan visi dan misi Almarhum Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani. “Kami meyakini niat yang tulus dilaksanakan dengan cara yang baik tentunya akan membuahkan hasil yang baik,” ujarnya.
Di sisi lain, pasangan lainnya, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah-AR Iwansyah mendapatkan SK dukungan resmi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk melaju di Pilkada Banjarbaru 2020.
Ketua DPC PKB Kota Banjarbaru, Ririk Sumari menjelaskan bahwa SK ditetapkan pada, Rabu (26/8) di Jakarta. Namun pihaknya menerima SK sehari setelahnya. "SK baru diserahkan tadi malam (27/8) pukul 20.00 WIB," jelasnya.
Diungkapkannya pelaksanaan penyerahan SK dukungan akan dilakukan secepatnya dalam pekan ini, karena mengingat jadwal pendaftaran di KPU Kota Banjarbaru pada 4 sampai 6 September mendatang. "InsyaAllah secepatnya, ini sedang kami komunikasikan. Menunggu konfirmasi waktu dari pasangan calon," pungkasnya.
Hasil koalisi dari Golkar-PKB menjadikan modal pasangan calon Gusti Iskandar-Iwansyah mengantongi 8 kursi parlemen. Di mana 5 kursi milik Golkar dan 3 kursi dari PKB. Jumlah ini tentunya sudah lebih dari cukup mengusung calon karena minimal dukungan yang harus dipenuhi cuma 6 kursi. (mof/ris/ay/ran)
Demi Mengamankan Paket Usungan Banjarmasin
Meski gagal mengusung kadernya sendiri, Gerindra tetap memilih mendukung kepada Ketua DPW PPP Kalsel, Aditya Mufti Ariffin di Pilkada Banjarbaru. Pasalnya, PPP memberi "barter" dukungan kepada calon mereka di Ilham Noor di Pilkada Banjarmasin.
Ilham adalah kader Gerindra yang menjabat sebagai Sekretaris DPD Gerindra Kalsel. Dia maju di Pilkada Banjarmasin menjadi wakil dari Abdul Haris.
Dukungan PPP memang menentuka. Pasalnya jika PPP menarik dukungan mereka di Pilwali Banjarmasin, pasangan Haris-Ilham gagal maju karena tak memenuhi syarat dukungan.
Gerindra di DPRD Banjarmasin hanya memiliki enam kursi, kurang tiga kursi untuk bisa mengusung calon. Kekurangan kursi tersebut ditutupi oleh PPP yang memiliki dua kursi, dan PBB satu kursi.
Kemarin, selain menyerahkan SK kepada pasangan Aditya-Wartono dan Abdul Haris-Ilham Noor, Gerindra juga menyerahkan SK kepada pasangan Ansharuddin-M Noor Iswan yang maju di Pilbup Balangan.
Selain itu, surat sakti untuk pasangan Saban Effendi-Habib Abdillah Alydrus yang bertarung di Pilbup Hulu Sungai Tengah juga diserahkan. Kemudian SK lain kepada Rusli yang berpasangan dengan KH Fadlan Asy’ari di Pilbup Banjar. (mof/ris/ran)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin