Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Saling Tanya dan Jawab

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-11-12 14:43:15
LEBIH FOKUS: Suasana debat Calon Wali Kota - Wakil Wali Kota Banjarmasin di TVRI Banjarmasin, Selasa (10/11) tadi. | FOTO: ENDANG/RADAR BANJARMASIN
LEBIH FOKUS: Suasana debat Calon Wali Kota - Wakil Wali Kota Banjarmasin di TVRI Banjarmasin, Selasa (10/11) tadi. | FOTO: ENDANG/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN – Menyerasikan pembangunan kawasan perkotaan dan provinsi dengan nasional menjadi tema debat Pilwali Kota Banjarmasin, Selasa (10/11) jam delapan malam di Studio II TVRI Kalsel.

Empat pasangan calon, Abdul Haris Makkie-Ilham Nor, Ibnu Sina-Arifin Noor, Khairul Saleh-Habib Muhammad Ali Al Habsy, dan Hj Ananda-Mushaffa Zakir banyak membeberkan program yang akan dijalankan menyesuaikan program provinsi maupun nasional sesuai visi misi.

Di segmen ketiga, debat terbuka antar paslon adalah sesi menarik. Masing-masing saling tanya jawab. Fokus pada program yang menyentuh persoalan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam dan sosial dalam pembangunan ke depan.

Menit-menit awal segmen itu, Ananda menanyakan program Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang ditawarkan Khairul. Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Banjarmasin ini menjelaskan, dengan alat menyerupai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ini, nantinya masyarakat kian mudah membuat dokumen kependudukan. Seperti KTP, kartu keluarga maupun akta kelahiran.

“Kalau ATM yang keluar adalah uang, sedangkan ADM yang keluar dokumen kependudukan,” jelas Khairul.

Kurang lebih setengah jam debat, tiba giliran Ibnu Sina-Arifin Noor bertanya kepada Abdul Haris Makkie - Ilham Nor. Petahana ini mencecar pertanyaan bagaimana terobosan Haris dalam mendapatkan dana untuk pembangunan. “Sementara di masa pandemi, jika hanya mengandalkan retribusi pajak akan sangat memberatkan,” tanyanya.

Haris, mantan Sekdaprov Kalsel ini memaparkan, meski retribusi pajak tetap dilakukan pemerintah, tapi jangan sampai memberatkan masyarakat. Pemerintah pusat sudah mengambil kebijakan pembangunan infrastruktur untuk kegiatan ekonomi yang terdampak pandemi. “Harapannya ada sumber-sumber dana dan kegiatan yang mendapat pendanaan dari sektor swasta,” jelasnya.

Haris mengatakan akan membangun kerja sama antara pemerintah kota dengan dunia usaha.

Pembangunan suatu daerah tidak hanya pada sektor infrastruktur saja, ekonomi juga salah satunya. Pandemi memporak porandakan perekonomian Indonesia, termasuk Banjarmasin.

Melalui kerja sama roda ekonomi masyarakat kembali berputar. Pihak swasta bisa membangun pusat-pusat ekonomi masyarakat yang baru, memberikan kesempatan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berusaha. (gmp/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Pilkada Banjarmasin