Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tampil Setiap Pekan, Bawakan Syair Sesuai Keadaan

miminradar-Radar Banjarmasin • Jumat, 29 Januari 2021 - 17:28 WIB
SIARAN: Syahrani AR saat membawakan siaran madihin di Radio Tuntung Pandang FM, Kamis (21/1). | Foto: Budian Noor/Radar Banjarmasin
SIARAN: Syahrani AR saat membawakan siaran madihin di Radio Tuntung Pandang FM, Kamis (21/1). | Foto: Budian Noor/Radar Banjarmasin

 

Musibah nangini, nang sudah dialami
Nang takana jumlahnya ribuan...
Lawan jua itu harta banyak manjadi korban...
Maka itu ulun mandoakan
Mudah-mudahan kita sabar barataan...


(Potongan syair madihin Amang Syahrani)

 

Tabuhan terbang diiringi syair-syair madihin, bergema dari ruang siar Radio Tuntung Pandang FM 102,3 MHz di Kompleks Perkantoran Pemkab Tala.

-- Oleh: Budian Noor, Pelaihari --

Hari itu, Kamis (21/1/2020) banjir masih menggenangi beberapa wilayah Kabupaten Tanah Laut. Syahrani AR, pamadihian yang tampil setiap Kamis pukul 10-11 pagi ini, membawakan lantunan syair yang berkisah tentang banjir.

Kepada Radar Banjarmasin, usai siaran pria yang akrab disapa Amang Syahrani ini menuturkan, ini sudah memasuki tahun ke-10 ia siaran di Radio Tuntung Pandang, tepatnya sejak September 2011

"Syair yang dibawakan setiap pekan sesuai tema, misal momen hari jadi atau hari kemerdekaan," terangnya.

Untuk syair yang dibawakan, ia tidak membuat konsep secara khusus. Terkadang ide-ide ia dapatkan saat dalam perjalanan dari rumahnya di RT 2 Desa Banua Lawas, Kecamatan Takisung. Sekitar 20 kilometer dari Pelaihari, tempat ia siaran.

"Kadang-kadang di jalan lihat tumpukan sampah, akhirnya membawakan pesan-pesan kebersihan. Intinya banyak melihat, mendengar, membaca," tambahnya.

Syahrani mengaku kemampuan madihin dia dapatkan secara otodidak, langsung dapat. Baru setelah itu ia datang pada pamadihinan yang sudah ternama. Diantaranya kepada H Jumairi, di Tabu Darat.

"Ini terbang mengambil wadah sidin jua," terangnya.

Meskipun setelah diusut-usut, ternyata Syahrani juga punya darah pamadihinan, yakni saudara kakeknya di Barabai, biasa dipanggil Nini Ikut.

"Baru tahu setelah saya mulai sering tampil, lalu Acil memberi tahu, ternyata saya yang mewarisi keterampilan Nini Ikut," ujar Ketua BKPRMI Takisung ini.

Terkait perkembangan seni madihin saat ini, Syahrani mengaku cukup gembira, meskipun juga sedikit risau.

"Saat ini sudah ada komunitas pamadihinan di Kalsel, jumlahnya ratusan," ujarnya berbinar.

Adapun kerisauannya, timbul dari Festival Madihin yang digelar pada Hari Jadi Tala 2019 lalu. Saat itu cukup banyak peserta, muda-muda dan bagus tampilnya.

"Sayang, meski mewakili Poltek, SNAKMA, ternyata mereka adalah siswa dari luar daerah yang bersekolah di sini. Ada dari Kandangan, Tanjung. Peserta dari Tanah Laut minim. Tapi syukur juga ada upaya dari Pemda," tambahnya. ()

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Feature Seni Budaya #Pemkab Tanah Laut