BANJARBARU - Setelah ditunda pada 2020 lantaran pandemi Covid-19, hingga kini belum ada kabar mengenai pelaksanaan ibadah haji. Pemerintah Arab Saudi sendiri kabarnya segera memberikan kepastian terkait keberangkatan jemaah haji 2021.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalsel, Noor Fahmi mengatakan, pemerintah akan menunggu kabar dari Arab Saudi hingga awal Maret 2021. Jika tak kunjung ada kejelasan, pemberangkatan jemaah haji tahun ini bisa jadi dibatalkan seperti 2020.
"Jadi lnsya Allah bulan Maret ini ada keputusan," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin (23/2).
Selain keputusan terkait pelaksanaan ibadah haji, dia mengungkapkan, nantinya juga akan diputuskan terkait pelaksanaannya, apabila memang jemaah haji bisa diberangkatkan tahun ini.
"Karena saat ini belum ada keputusan tentang teknis. Misal, jemaah seperti apa yang jadi prioritas dan sebagainya," ungkapnya.
Pada 2020 sendiri kata Fahmi, total kuota jemaah haji Kalsel ada 3.818. Terkait berapa banyak yang sudah melunasi BPIH, dirinya mengaku tidak membawa datanya. "Saya lupa, datanya ada di kantor," katanya.
Untuk diketahui, BPIH Kalsel pada 2020 sesuai Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 6 Tahun 2020, nilainya ditetapkan sebesar Rp36.927.602. Angka ini lebih sedikit jika dibandingkan 2019 yang sebesar Rp37.885.084. “Ada penurunan hampir Rp1 juta. Tepatnya Rp957.482,” terang Fahmi.
Sementara itu, terkait kepastian keberangkatan jemaah tahun ini, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, hampir setiap pekan pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah Saudi soal haji 2021.
Dalam komunikasi tersebut, pemerintah Indonesia juga menyampaikan batas toleransi kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini sampai awal Maret. Jika sampai batas waktu tersebut belum ada kepastian, pemerintah Indonesia tidak siap menyelenggarakan haji.
Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Oman Fathurahman belum bersedia berkomentar banyak soal adanya tenggat kepastian penyelenggaraan haji itu. ’’(Tenggat, Red) itu bagian dari kalkulasi kemungkinan penyelenggaraan haji. Karena tahapan dan persiapannya banyak,’’ tuturnya.
Guru besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut terus memonitor informasi terkini penyelenggaraan haji 2021 dari pemerintah Arab Saudi. Dia menegaskan bahwa belum ada kabar soal kuota haji tahun ini, termasuk untuk Indonesia. (ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin