Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jembatan Lama Alalak Dibuka, Tak Sabar Menanti 15 April

miminradar-Radar Banjarmasin • Jumat, 26 Maret 2021 - 19:25 WIB
ALALAK I: Jembatan lama akan dibuka, tapi khusus angkutan penumpang seperti R2 dan R4 saja. Bukan untuk angkutan barang. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
ALALAK I: Jembatan lama akan dibuka, tapi khusus angkutan penumpang seperti R2 dan R4 saja. Bukan untuk angkutan barang. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Doa masyarakat diijabah. Mengurai kemacetan dari Kayu Tangi sampai Handil Bakti, Jembatan Alalak I akan dibuka.

Jembatan lama di samping mega proyek Jembatan Sungai Alalak itu akan dibuka pada 15 April mendatang.

Kabid Lantas di Dinas Perhubungan Banjarmasin, Slamet Begjo mengatakan, putusan menggembirakan itu diambil pada Forum LLAJ.

"Setelah penjabat gubernur melayangkan surat ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI. Dan mendapat lampu hijau," ujarnya.

Pembukaan akan didahului uji coba. Skemanya, Jembatan Alalak I dibuka satu arah, dari Kota Banjarmasin menuju Kabupaten Barito Kuala. Sedangkan Jembatan Alalak II (dekat Terminal Handil Bakti) dibuka untuk arah sebaliknya.

Ditekankan Slamet, di jembatan I, cuma sepeda motor dan mobil (angkutan penumpang) yang dibolehkan melintas. Bukan untuk angkutan barang.

"Sebab, roda dua sudah menyita 80 persen jalan di sana. Jadi kalau dialihkan satu arah bersama roda empat, semoga bisa mengurai kemacetan," jelasnya.

Satu lagi, jembatan I takkan dibuka sepanjang hari. Hanya pada jam-jam padat lalu lintas.

Yakni pagi hari pada pukul 07.00 sampai 09.00 Wita, dilanjutkan sore hari pada pukul 16.00 sampai 19.00 Wita.

"Targetnya, mengurai kemacetan di Jalan Tembus Perumnas dan Jalan Trans Kalimantan," lanjutnya.

Selama pembukaan, pemko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan memulai proyek pengaspalan dari Jalan Tembus Perumnas sampai Jalan Cemara Ujung yang rusak berat gara-gara kelebihan beban lalu lintas.

"Jika pengaspalan sudah rampung, insyaallah bisa lebih lancar," tambahnya.

Menengok kalender, menjadi pertanyaan, mengapa harus menunggu setengah bulan lagi?

Jawabannya, perlu perbaikan di sejumlah titik oprit jembatan. Banyak yang berlubang. "Kami juga perlu memasang rambu dan barikade," jawab Slamet.

Agar tak ada truk yang nekat menerobos, dua regu akan diturunkan untuk berjaga di kedua lokasi jembatan. Plus, portal di jembatan II akan sedikit diturunkan untuk menghalangi angkutan barang.

"Yang ada kan setinggi 2,5 meter. Jadi angkutan material masih bisa melintas. Sekarang diturunkan menjadi 2,1 meter," jelasnya.

Dalam bahasa Slamet, jembatan itu sudah "menangis" karena kondisinya kian mengenaskan. "Tak ada pilihan selain menurunkan portal, karena kabarnya konstruksinya sudah mulai goyang," tukasnya.

Batas amannya adalah enam ton. Tapi faktanya yang melintas bisa lebih berat dari itu. Slamet berharap, polisi bisa membantu penindakan di lapangan.

Bagaimana warga menanggapinya? Ramadhani, warga Batola, mengaku bersyukur.

Lantas, bagaimana ta ghapan warga terkait dibukanya Jembatan Alalak 1? Salah seorang warga Kabupaten Batola, Ramadhani, mengaku bersyukur dengan dibukanya jembatan itu.

"Sudah tidak sabar lagi menunggu 15 April. Kami sudah sangat jenuh dengan kemacetan," tegasnya.

Senada dengan warga Jalan Tembus Perumnas, Agus. "Senang mendengarnya. Semoga saja betul-betul terwujud. Tidak ditunda atau dibatalkan," harapnya. (war/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Pembangunan Jembatan Alalak #Banua Transportasi