Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bantuan Banjir Belum Turun

izak-Indra Zakaria • Kamis, 15 April 2021 - 22:38 WIB
Photo
Photo

BANJARBARU - Sejumlah sektor vital sangat terpukul ketika bencana banjir menimpa 11 kabupaten/kota di Banua pada awal Januari 2021 tadi. Di antaranya perkebunan dan peternakan. Pemprov Kalsel mencatat dua sektor ini mengalami kerugian belasan miliar.

Untuk membantu para peternak dan pekebun yang terdampak banjir, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel sudah mengusulkan bantuan, baik ke pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Namun, tiga bulan sudah berlalu bantuan belum juga turun.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi mengatakan, saat ini bantuan masih proses di dalam mekanisme anggaran pemerintah. "Kami terus mengawal usulan yang sudah kami sampaikan," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, salah satu bantuan yang akan diberikan kepada para terdampak banjir ialah berupa itik dan kambing. "Untuk bantuan ini nanti akan dialokasikan sebesar Rp1,2 miliar lebih," ungkapnya.

Ditambahkan Suparmi, pihaknya saat ini terus berupaya agar semua peternak dan pekebun yang terdampak banjir mendapatkan bantuan.

"Kami ingin semua dapat bantuan dari sumber mana pun, untuk meringankan beban hidup mereka. Ini demi bangkitnya ekonomi pekebun dan peternak. Kalau tidak, akan berdampak kepada penurunan kesejahteraan mereka," tuturnya.

Diungkapkannya, pihaknya juga sudah mengomunikasikan bantuan untuk para pekebun dan peternak ke pemerintah pusat serta Badan Pengelolaan dan Pembangunan Kelapa Sawit (BPPKS).

"Di BPPKS ada beberapa program bantuan khusus untuk sawit. Pada kondisi saat ini, kita bisa mengusulkan bantuan melalui sarpras bencana. Seperti penanaman kembali tanaman yang rusak, serta bantuan pupuk dan saprodi lainnya," ungkapnya.

Sedangkan dari pemerintah pusat, disampaikannya Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dirjen Perkebunan merespons baik, ketika pihaknya mengomunikasikan terkait dampak bencana banjir yang menimpa para pekebun dan peternak di Banua. "Kata mereka, bakal ada refocusing untuk membantu sektor peternakan dan perkebunan," katanya.

Sementara itu, selain peternakan dan perkebunan, sektor pertanian juga turut terpukul dalam bencana banjir dahsyat yang melanda Banua. Di sektor ini Pemprov Kalsel bakal mengucurkan anggaran Rp10 miliar untuk para petani yang terdampak banjir di sejumlah kabupaten/kota pada awal Januari 2021 tadi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, anggaran sebesar itu nantinya digunakan untuk mengganti tanaman para petani yang mati akibat diterjang banjir.

"Dengan adanya bantuan bibit ini, petani tak perlu lagi khawatir memikirkan keperluan menanam kembali, karena sudah disediakan bibitnya," katanya.

Dia mengungkapkan, bantuan bibit memang sengaja dianggarkan untuk membantu petani dalam rangka pemulihan pasca banjir. "Dan bantuan ini sudah direncanakan sejak awal ketika musibah banjir datang, ini akan direalisasikan pada tahun anggaran 2021,” ungkapnya.

Selain bantuan dari Pemprov Kalsel melalui APBD, Syamsir menyampaikan para petani korban banjir juga menerima benih padi unggul dari Kementan RI.

"Seluruh petani di Kalsel yang sawahnya mengalami puso akan diganti dengan benih unggul sebanyak 1.100 ton. Ini cukup untuk areal sawah seluas 50 ribu hektare,” kata Syamsir.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel sendiri mencatat, ada sekitar 90.000 hektare sawah yang terendam saat banjir menerjang sejumlah kabupaten/kota di Banua. Dari luasan tersebut, ada sekitar 46.235 hektare tanaman dipastikan mengalami puso atau gagal panen.

Syamsir menyampaikan, dari puluhan ribu lahan sawah yang mengalami puso, sebagian besar berada di Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Batola. (ris/ran/ema)

Editor : izak-Indra Zakaria
#bencana banjir