Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menjadi Umat Teladan

izak-Indra Zakaria • 2021-04-30 11:12:32
Penulis: Masroliyan Nor, S.Pd.I, M.Pd
Penulis: Masroliyan Nor, S.Pd.I, M.Pd

Tanggal 17 Ramadan biasanya diperingati sebagai Nuzulul Quran. Yakni peristiwa turunnya al qur’an yang terjadi pada diri Rasulullah Saw. Peristiwa itu terjadi pada waktu awal Rasulullah Saw menerima wahyu pertama di Mekkah. Ketika itu beliau sedang berkhalwat (menyendiri) di sebuah gua yang bernama Hira. Malaikat Jibril datang menemui dengan menyuruhnya membaca. Rasulullah Saw menyatakan tidak bisa membaca. Maka dituntunlah Rasulullah saw oleh Malaikat Jibril untuk membaca Alquran (Qs. 96:1-5).

============================
Oleh: Masroliyan Nor, S.Pd.I, M.Pd
Kepala MAS Ainul Amin Balangan
============================

Para sejarawan menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Ramadan. Peristiwa itu dijadikan sebagai peristiwa Nuzululul Quran. Di Indonesia selalu diperingati setiap tahunnya. Bahkan diperingati sebagai agenda kenegaraan yang dilaksanakan di Istana Negara. Masyarakat di Indonesia juga melakukan peringatan terhadap peristiwa itu. Mereka melaksanakannya di masjid-masjid, musala, kantor, sekolah, kampus dan sebagainya. Acara yang dilaksanakan adalah tadarus alquran, ceramah agama, lomba keagamaan seperti tilawah, azan, busana muslim, puitisasi alquran, pidato, tahfiz dan sebagainya.

Tahun ini, bulan Ramadan masih dalam masa pandemi Covid-19. Peningkatan jumlah pasien yang terpapar virus terus meningkat tajam. Untuk mengurangi penyebaran Covid-19 itu, pemerintah telah memberlakukan 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan melakukan mobilitas sosial. Di antara 5 M itu, salah satunya melarang masyarakat untuk melakukan kerumunan yang mengumpulkan orang banyak dalam satu tempat.

Dengan begitu, untuk sementara masyarakat tidak dapat lagi melakukan sebuah acara yang mengumpulkan orang banyak, baik di masjid, musala, gedung, dan sebagainya. Sehingga berdampak kepada acara keagamaan seperti peringatan Nuzulul Qur’an ini. Biasanya acara tetap dilaksanakan akan tetapi dengan standar protokol kesehatan yang ketat. Jumlah masa yang hadir dibatasi, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan tidak melakukan jabat tangan. Acara bisa juga dilakukan dengan live straming di YouTube atau melalui zoom meeting. Intinya, acara tetap dapat terlaksana walaupun dilakukan secara sederhana dan tidak mengundang orang banyak.

Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya alquran. Dalam Nuzulul Quran terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi umat Islam. Bukan saja sebagai sebuah acara seremonial belaka. Akan tetapi, dalam peringatan Nuzulul Quran itu bagaimana umat Islam bisa kembali mempelajari al qur’an, memahami dan mentadaburinya. Umat islam diajak untuk kembali kepada al qur’an yang merupakan kitab pedoman bagi kehidupan umat Islam. Dengan Alquran, maka umat Islam akan kembali menjadi umat teladan di muka bumi ini (Qs.3:110). Semua itu akan terjadi apabila umat Islam mau menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam hidupnya. Alquran tidak hanya dibaca dari juz 1 sampai juz 30. Al qur’an juga tidak hanya untuk dihafal saja. Akan tetapi lebih dari itu yaitu ditadaburi (Lihat Qs.38:29). 

Menurut Ibnu Katsir,  tadabbur ialah memahami makna dari lafadz Alquran, dan memikirkan mengenai apa yang ayat-ayat tunjukkan tatkala tersusun, dan yang terkandung di dalamnya, dan juga apa yang menjadikan makna-makna itu sempurna, dari segala isyarat dan peringatan yang tidak tampak dalam lafal, serta pengambilan manfaat oleh hati dengan tunduk di hadapan nasihat-nasihat Alquran, patuh terhadap perintah-perintahnya, dan mengambil ibrah (pelajaran) darinya.

Mempelajari, memahami dan merenungi ayat-ayat al qur’an merupakan tugas kita semua. Apapun bidang keahliannya, baik laki-laki maupun perempuan jangan sampai lupa untuk mengkaji alquran. Alquran bukan hanya dipelajari dan dikaji oleh para santri di pondok pesantren. Terlalu kecil dan sempit kalau al qur’an hanya dikaji dari segi pengetahuan agama saja.

Alquran merupakan kitab induk ilmu pengetahuan di muka bumi ini. Alquran memuat semua jenis ilmu pengetahuan di muka bumi ini. Di dalam alquran banyak sekali kajian ilmu pengetahuan seperti kajian alam semesta dan isinya, laut, darat, udara, manusia, binatang, tumbuhan, gunung dan sebagainya.
Selain itu, Alquran bukan hanya membahas makrokosmos (alam semesta dan segala isinya) bahkan juga yang mikrokosmos (dunia kecil, khususnya manusia dan sifat kemanusiaan yang merupakan contoh dalam ukuran kecil alam semesta). Bahkan, alquran juga menceritakan tentang hal-hal yang gaib seperti malaikat, jin, surga-neraka, dan terjadinya kiamat kelak.

Alquran juga berisi petunjuk untuk bisa hidup bahagia, baik di dunia maupu akhirat. Semua orang bisa mempelajarinya. Tidak hanya terbatas bagi kalangan umat Islam saja. Alquran bisa juga dipelajari oleh orang-orang di luar Islam. Mereka yang merasa takjub dan merasa menerima kebenaran dari hasil kajiannya akan mudah menerima islam sebagai agama yang dibenar. Tidak sedikit para ilmuwan yang tidak beragama islam meneliti sesuatu ternyata mendapat kebenarannya dari alquran. Sehingga mereka menyatakan masuk Islam.

Merupakan tanggung jawab semua umat islam untuk menjaga dan memelihara keagungan Alquran. Semua orang berlomba untuk membaca, mempelajari dan merenungi makna yang terkandung dalam ayat-ayat Alquran. Gunakan keahlian masing-masing untuk terus mengkaji makna yang terkandung di balik ayat-ayatnya. Jangan sampai ada pola pikir bahwa kewajiban ulama saja untuk mengkaji.

Semua sarjana merupakan ilmuwan. Setiap ilmuan adalan ulama dibidangnya masing-masing.

Mereka harus mampu menggunakan keilmuannya masing-masing untuk bisa mengkaji alquran.
Untuk itulah, momentum Nuzulul Quran ini hendaknya dijadikan untuk kembali memahami dan merenungkan makna-makna yang terkandung dari ayat-ayat Alquran. Jangan berhenti di seremonial belaka. Akan tetapi jadikan untuk kebangkitan ilmu pengetahuan. Dengan begitu, maka umat Islam bisa bangkit dan menjadi umat teladan di muka bumi ini. Semoga!

Editor : izak-Indra Zakaria
#opini