BANJARBARU - Sejak kemarin hingga Jumat (28/5), Banjarbaru menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kota Banjarbaru tahun ajaran 2021/2022 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sama halnya seperti tahun lalu, karena pandemi proses pendaftaran ini dilakukan secara daring. Meskipun pada kenyataannya, di sejumlah sekolah tetap melayani secara non-daring.
Menurut Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Alamsyah, bahwa jalur masuk atau pendaftaran tetap tak berubah sesuai aturan pusat. Dalam hal ini ada empat jalur yang disediakan.
"Ada empat jalur, yakni jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua (mutasi) serta yang terakhir jalur prestasi. Khusus hari ini (kemarin, red) sampai besok, itu tiga jalur saja kecuali prestasi," katanya.
Serupa dengan persentase sebelumnya, untuk jalur zonasi katanya tetap minimal 50 persen. Lalu untuk afirmasi minimal 15 persen dan mutasi maksimal 5 persen, sisanya di jalur prestasi yang dibuka setelah tiga jalur ini selesai.
"Tapi masih fleksibel, jadi semisal nanti di jalur zonasi ada kelebihan maka bisa saja naik menjadi 60-70 persen, makanya kita lihat dulu nanti kuotanya berapa terpenuhinya," bebernya.
Selama pemantauan di hari pertama, Alamsyah mengklaim bahwa proses PPDB lancar-lancar saja. Termasuk ujarnya soal ketersediaan jaringan internet yang dibantu oleh pihak Telkom.
"Dari pantauan kita tidak ada kendala atau laporan yang berarti. Nanti akan ketahuan secara keseluruhan mungkin besok (hari ini) untuk jumlah pendaftarnya, karena harus kita verifikasi dulu," tambahnya.
Meski diarahkan untuk melakukan secara daring karena kondisi masih pandemi. Namun Alamsyah mengakui bahwa memang masih ada beberapa kondisi yang membuat daring tidak memungkinkan.
"Tentunya kami berharap semua daring dan ini sudah diinstruksikan ke sekolah-sekolah. Tapi menang kenyataannya masih ada yang tidak mampu, bukan sekolahnya tapi masyarakatnya untuk menggunakan layanan daring ini," ceritanya.
Untuk mengantisipasi hal ini, maka sekolah kata Alamsyah diminta tetap memberikan layanan langsung. Khususnya apabila ada orang tua atau wali calon murid yang ingin mendaftar di sekolah.
"Proses mendaftarnya bisa langsung jika memang tidak memungkinkan atau terkendala sesuatu, semisal belum paham soal daring, nanti akan dibantu operator sekolah untuk prosesnya. Tapi tetap protokok kesehatan harus diterapkan," bebernya.
Adapun diketahui, total SMP di Banjarbaru yang melaksanakan PPDB tahun ajaran baru 2021/2020 ini sejumlah 24 sekolah. Terdiri dari 14 SMP negeri dan 10 SMP swasta.
Disinggung soal pengawasan terkait sekolah-sekolah yang mengadakan PPDB, khususnya ihwal adanya kongkalikong untuk mengakali jalur pendaftaran antara Kepsek dan orang tua calon siswa. Alamsyah menegaskan pihaknya tak akan mentolerir.
"Disdik tentu akan menginventarisirnya dan mengawasi, termasuk apabila juga ada laporan soal ini. Jika ada kepsek nakal, ini akan jadi track record sebagai bahan pertimbangan untuk mutasi sampai pemberhentian," tegasnya.
Atas hal ini, ia mengingatkan agar sekolah termasuk kepsek untuk tidak bermain dengan PPDB tersebut. "Kita sudah sampaikan bahwa jangan ada yang bermain," ingatnya. (rvn/bin/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin