Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Orang Utan Kayakah Masuk Ekosistem Esensial

berry-Beri Mardiansyah • 2021-10-18 16:07:38
ENDEMIK: Orang utan muncul Desa Kayakah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). (Foto: Ist, Radar Banjarmasin).
ENDEMIK: Orang utan muncul Desa Kayakah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). (Foto: Ist, Radar Banjarmasin).

AMUNTAI – Warga Desa Kayakah di Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kerap melihat satwa langka orang utan. Meski kemunculan tidak menentu, kehadiran hewan dilindungi ini menjadi daya tarik bagi desa tersebut. Apalagi Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemkab HSU berupaya melindungi hewan endemik Kalimantan itu.

Sosialisasi perlindungan kawasan ekosistem esensial (KKE) sebagai tindak lanjut temuan spesies orang utan di wilayah HSU digelar di Aula Bapelitbang, Kamis (14/10). "Orang utan kerap muncul menampakkan diri berkelompok. Mereka berpindah dari dahan ke pohon lainnya yang di bawahnya merupakan perairan rawa," ungkap Soleh, warga yang melihat hewan endemik tersebut.

Kepala Seksi Konservasi SDA dan Ekosistem dari Dinas Kehutan Provinsi Kalsel, Supiani menjelaskan KEE diartikan sebagai kawasan bernilai ekosistem penting yang berada di luar Kawasan Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA), dan Taman Buru (TB). KEE secara ekologis menunjang kelangsungan kehidupan melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati untuk kesejahteraan masyarakat. “Nantinya akan dibentuk forum kolaborasi pengelolaan KEE di Desa Kayakah dan Desa Murung Kupang,” katanya.

Berdasarkan informasi dari warga dan maupun hasil pantauan langsung ke lapangan, orang utan di Desa Kayakah dan Desa Murung Panggang tersebut memang berada di ekosistemnya. Namun belum terekspos.

Pendapat lain, orang utan yang berada di HSU itu melakukan migrasi dari Provinsi Kalimantan Tengah. "Ada 2 persepsi di masyarakat. Berhubung keberadaan orang utan itu nyata di desa tersebut maka diperlukan perlindungan agar satwa tersebut aman," terangnya.

Wakil Bupati HSU, Husairi Abdi mengatakan perlunya dukungan semua pihak dalam menjaga satwa di ekosistemnya itu. "Pengelolaan KEE perlu komitmen bersama semua pihak," ingat Husairi.

Menurutnya, dengan adanya temuan orang utan di HSU tentu akan menjadi potensi yang bisa dimanfaatkan. Apalagi berkaca dengan daerah lain, kawasan ekosistem esensial tidak hanya sebagai wilayah menjaga keseimbangan alam saja. Tapi, bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat. "Dengan melibatkan semua pihak termasuk masyarakat setempat dan konsisten melestarikan lingkungan dengan baik maka desa ini dapat menjadi ekowisata," cetusnya.(mar/gr/dye)

-=-----=----------------------------------------------------------------------
Data Penelusuran Orang Utan di Kabupaten HSU

- KPH Balangan bersama tim BKSDA, Dishut, Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda Kalsel, Yayasan Pusat Studi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia, Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia, Bapelitbang HSU dan Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup HSU pernah melakukan pendataan habitat orang utan Kalimantan (Pongo Pygmaeus).

- Terkonfirmasi berada di wilayah Desa Kayakah, Kecamatan Amuntai Selatan.

- Tim dibagi dua sebagai langkah awal untuk mewujudkan terbentuknya kawasan ekosistem esensial yang melindungi habitat asli orang utan. Pertama, tim menyusuri sepanjang sungai. Tim dua, menyusuri hutan gambut. Pada observasi itu, tidak terlihat orang utan oleh tim. Namun ditemukan sekitar 30 sarang orang utan dengan kelas 1-5, dan didapati banyak tumbuhan pakan orang utan seperti jayau dan buah piyait.

- Walaupun dalam penelurusan pada hari itu tidak ditemukan secara langsung, KPH Balangan berpendapat dengan ditemukannya sarang orang utan serta potensi alam yang mendukung habitatnya maka kawasan ekosistem esensial diharapkan dapat terwujud di daerah ini.

Editor : berry-Beri Mardiansyah
#lingkungan