Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Warga Sungai Jelai Menagih Janji: Apapun Bentuknya, Asalkan Diperbaiki

miminradar-Radar Banjarmasin • 2021-11-06 09:37:36
TITIAN: Tak semua jalan lingkungan di Simpang Sungai Jelai memiliki titian ulin seperti ini. Di sudut permukiman yang lain hanya berupa tanah berlumpur. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
TITIAN: Tak semua jalan lingkungan di Simpang Sungai Jelai memiliki titian ulin seperti ini. Di sudut permukiman yang lain hanya berupa tanah berlumpur. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Berkali-kali dipantau dan diukur, jalan lingkungan di Simpang Sungai Jelai tak kunjung tersentuh perbaikan.

***

BANJARMASIN - Simpang Sungai Jelai hanya berjarak belasan kilometer dari Balai Kota Banjarmasin. Naik sepeda motor, paling lama setengah jam.

Berada di Kelurahan Basirih Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan, rata-rata jalan lingkungan di sana sudah dicor beton. Tapi tidak dengan RT 27 yang dihuni sekitar 90 keluarga.

Di sana aksesnya masih serabutan. Sebagian titian, sebagian lagi tanah bekas rawa. Bila air sungai pasang, jalan itu pasti terendam.

"Empat hari lagi air kembali pasang," duga Junaidi, warga setempat. "Kalau sudah surut, yang tersisa beceknya. Jalannya jadi lembek," tambahnya.

Junaidi lahir tahun 1972. Sejak kecil ia sudah tinggal di situ.

Ditemui Radar Banjarmasin kemarin (5/11) petang, Junaidi sedang mengangkut bulir padi yang dijemurnya di halaman rumah. Mayoritas warga di sini adalah petani atau buruh bangunan.

Seingat Junaidi, tak pernah ada perbaikan jalan dari pemko untuk Simpang Sungai Jelai.

Bukan berarti tak ada perhatian. Dua jembatan di RT 27 pernah diperbaiki. "Dua tahun yang lalu. Kebetulan saya salah satu yang dipekerjakan," kisahnya.

Senada dengan Mansyah. Pria 62 tahun itu menyebutkan, dahulu jalan lingkungan di situ dibangun secara gotong-royong oleh warga dan TNI.

Bahkan, awalnya jalan itu sempat tembus ke SDN Basirih 10. Tapi seiring waktu, jalan itu kembali terputus. Maka, siswa dan siswi kembali mengayuh jukung (sampan) atau menumpang kelotok kecil untuk bisa mencapai sekolah tersebut.

"Setelah itu, hanya diperbaiki secara swadaya. Misalkan dengan dihamparkan kulit kelapa," jelasnya.

Dia juga kerap menyaksikan pejabat yang datang meninjau. "Entah datang dari mana. Tapi, mereka mengukur lebar dan panjang jalan. Sampai diukur berkali-kali," jelasnya.

Bahkan, saat masa kampanye pemilu, Ibnu Sina (Wali Kota Banjarmasin sekarang) juga datang menemui warga Simpang Sungai Jelai.

"Saat itu kami meminta perbaikan jalan. Pak Ibnu berjanji akan menindaklanjuti. Itu yang saya ingat. Alhamdulillah, setelah beliau dilantik, sampai sekarang tak ada realisasinya," sindirnya.

"Keinginan kami tidak muluk. Seperti apapun bantuan untuk jalan ini, kami terima. Yang penting diperbaiki. Yang penting nyaman dilewati," tutupnya.

Sudah Terlambat untuk Tahun Depan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin merespons aspirasi warga Simpang Sungai Jelai di RT 27 Kelurahan Basirih Selatan.

Kepala Bidang Jalan, Chandra berjanji akan meninjau ke lapangan. Untuk menentukan penanganan yang tepat untuk kondisi jalan di sana.

"Kami juga perlu melihat ketersediaan anggaran. Saat ini belum bisa ditaksir keperluannya sebelum mengecek ke sana," ujarnya kemarin (5/11).

Perihal kedatangan peninjau-peninjau yang diceritakan warga, ia mengaku tak mengetahuinya. Tapi baginya itu mungkin saja terjadi. "Umumnya perencanaan pembangunan bermula dari usulan masyarakat," jelasnya.

Sisi lain, Chandra mengungkap, sudah pernah ada pembangunan jalan di kawasan Simpang Sungai Jelai. Tapi memang belum menyentuh permukiman di RT 27.

"Di sana kami sudah membangun jalan sepanjang 1,2 kilometer. Kalau jembatan, bantuan pemprov. Kelanjutannya masih belum," tukasnya.

Apakah mungkin diperbaiki pada tahun 2022? Sayangnya, semua program kerja PUPR sudah ter-input dalam sistem perencanaan. Mengacu hasil munrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) kemarin.

"Jadi tahun 2022 sepertinya sudah tak memungkinkan lagi. Tapi kami coba masukkan pada tahun berikutnya," tutupnya. (war/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Infrastruktur