Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Operasi Kemanusiaan, Kerahkan 500 Personel ke Tambang Emas di Kotabaru

izak-Indra Zakaria • Rabu, 5 Oktober 2022 | 11:11 WIB
MISI: Persiapan 500 personel di Polsek Sungai Durian. Misi tim tabungan ini adalah menertibkan tambang emas ilegal di Gunung Kura Kura. FOTO:JUMAIN/RADAR BANJARMASIN
MISI: Persiapan 500 personel di Polsek Sungai Durian. Misi tim tabungan ini adalah menertibkan tambang emas ilegal di Gunung Kura Kura. FOTO:JUMAIN/RADAR BANJARMASIN

Sembilan nyawa melayang. Tertimbun longsoran di tambang emas tradisional di Kotabaru. Akhirnya, ada tindakan. Ratusan petugas dikerahkan. Tambang emas itu berada di Gunung Kura Kura, Desa Buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru. Sudah beroperasi selama belasan tahun.

Menjadi sorotan media lokal dan nasional. Banyak yang mempertanyakan, mengapa baru ribut setelah korban berjatuhan. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono pun prihatin. 

Cak Kis, demikian sapaan akrabnya, dibuat bertanya-tanya. Ke mana saja selama ini pemkab. Apakah memang tidak tahu di sana ada tambang emas tradisional. Diingatkannya, pemerintah bertanggung jawab atas keselamatan lingkungan dan warganya.

“Harus dicarikan solusi terbaik. Karena di sana masyarakat juga mencari sesuap nasi dengan menambang. Pemerintah harus mencarikan pengganti yang lebih ramah lingkungan dan minim risiko,” ujarnya (3/10) kepada Radar Banjarmasin. 

Terpisah, Bupati Kotabaru, Sayed Jafar mengaku sudah terjun ke lokasi tambang untuk memantau pencarian dan evakuasi korban.

“Lokasi tambang emas yang longsor ada di Kura Kura 2. Di situ saya melihat kondisinya sudah tidak aman. Melihat data korban, semuanya bukan warga Kotabaru. Pendatang semua,” ujarnya.

Jafar lalu menyatakan rasa penyesalannya. Menjamin bakal ada tindakan dari pemkab. Bakal ada penertiban, karena tambang emas itu sudah membahayakan keselamatan para penambangnya.

“Karena itu liar, maka kami serahkan kepada kepolisian. Apalagi Kapolres Kotabaru juga sudah ke lokasi. Kita lihat nanti tindakan dari kapolres seperti apa,” tambahnya.

Radar Banjarmasin kemudian mengirimkan pertanyaan kepada Kapolres Kotabaru, AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar lewat WhatsApp.

Jawabannya, dirinya sudah berada di Polsek Sungai Durian bersama 500 personel gabungan. Terdiri atas personel Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan BPBD. 

“Upaya kami sekarang adalah operasi kemanusiaan, supaya tidak ada lagi tambang emas ilegal di sana. Karena sudah banyak memakan korban,” tegasnya.

Dia menjamin tim ini akan bergerak secara humanis. “Target operasi adalah tidak ada lagi tambang emas ilegal di sana. Karena sudah berdampak pada hilangnya nyawa dan kerusakan lingkungan,” tambahnya.

Diceritakan Gafur, zat-zat kimia berbahaya telah mengalir dan mencemari sungai.

Terakhir ditambahkannya, berdasarkan laporan intelijen tambang emas ilegal itu sudah tidak ada yang beroperasi atau berhenti.

Insiden longsor terjadi pada Senin (26/9) menjelang tengah malam saat para penambang sedang tertidur. Ada sembilan orang yang meninggal dunia. Dua korban masih dicari.

Mereka adalah Ravi umur 28 tahun asal Rantau, Kabupaten Tapin. Dan Parin umur 25 tahun asal Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (jum/gr/fud)

 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria