Dalam waktu dekat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banjarmasin, kembali memiliki satu unit armada mobil tangki. Itu untuk keperluan pencegahan dan penanganan musibah kebakaran.
Mobil berkapasitas 4.000 liter air itu tidak dibeli melalui Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (APBD). Melainkan, hibah dari Pemprov DKI Jakarta.
Kepala DPKP Banjarmasin, Budi Setiawan, menjelaskan, unit armada yang didapatkan pihaknya secara gratis itu adalah mobil keluaran tahun 2006. “Tapi, performanya masih bagus,” ucapnya.
Budi mengatakan, sebenarnya ada 15 unit yang dihibahkan Pemprov DKI Jakarta. Dari total 53 daerah yang mengajukan proposal, Kota Banjarmasin menjadi salah satu yang terpilih. “Alhamdulillah, dapat satu unit,” ujarnya. Lantas, kapan unit armada itu tiba di Banjarmasin? Ia mengaku belum bisa memastikan. Meski seremonial penyerahan unit itu sudah dilaksanakan pada 5 Oktober 2022 tadi.
“Pelimpahan aset masih berproses secara administrasi di Jakarta,” ujarnya.
Di sisi lain, mengingat unit armada yang diterima adalah mobil bekas, maka sudah tentu terdapat beberapa kekurangan. Sebab itu, pihaknya akan melakukan sedikit perbaikan terlebih dahulu. Sebelum akhirnya didatangkan ke Banjarmasin.
“Rencana kami seperti itu. Apabila pengajuan perbaikan disetujui wali kota. Jadi, ketika tiba di Banjarmasin, mobil sudah seperti baru lagi,” ucapnya. Menurutnya, melihat dari tahun pembelian atau tahun keluaran unit itu, ada kemungkinan sebagian bodi sudah keropos atau berkarat.
“Mungkin pula kelengkapan di dalamnya perlu ditambah. Namun, kondisi mesin hingga pompa masih layak untuk beroperasi sebagai mobil pemadam,” tekannya.
Perbaikan, tambah dia, kemungkinan besar akan dilakukan di Jakarta. Di sana ada bengkel spesialis unit mobil damkar DKI.
Penambahan unit armada damkar ini untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Utamanya, mencegah atau menangani musibah kebakaran.
Mengingatkan pembaca. Pada 20 Agustus lalu, DPKP Banjarmasin baru membeli satu unit armada mobil tangki berkapasitas 4.000 liter. Pendanaanya bersumber dari APBD tahun 2022.
Dana yang dikucurkan senilai lebih dari Rp1,8 miliar. Tapi pengadaan unit armada mobil itu juga sepaket dengan perlengkapan pendukung lainnya. Seperti mesin pompa, selang air dan lain-lain. (war)