Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Banua Dilanda Cuaca Ekstrem, Di Mana-Mana Kebanjiran

izak-Indra Zakaria • Senin, 27 Februari 2023 - 13:15 WIB
PARAH: Banjir di Desa Pengaron Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar, Ahad (26/2). | FOTO: BPBD BANJAR
PARAH: Banjir di Desa Pengaron Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar, Ahad (26/2). | FOTO: BPBD BANJAR

Banjir makin akrab, puting beliung kian kerap. Kombinasi antara kerusakan lingkungan dan cuaca ekstrem ini membuat kita kelabakan.

****

RANTAU – Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Tapin sejak Jumat (24/2) malam sampai Sabtu (25/2) pagi. Dampaknya adalah banjir dan angin puting beliung. Banjir melanda tiga rukun tetangga (RT) di Kelurahan Raya Belanti Kecamatan Binuang.

Sedangkan angin puting beliung menerpa empat desa/kelurahan di Kecamatan Tapin Selatan. Seperti Desa Lawahan, Desa Sawang, Desa Rumintin, dan Kelurahan Tambarangan. 

Kepala Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin, Akhmad Syofyan menyebutkan, sedikitnya ada 230 warga yang terdampak banjir. “Di tiga RT ada 57 rumah yang tergenang. Di RT 7 ada dua keluarga, di RT 9 ada 50 keluarga, dan di RT 10 ada lima keluarga,” rincinya. Hujan dengan intensitas tinggi melanda Tapin sejak dini hari. Paginya, sungai sudah meluap. 

Sofyan memastikan, bantuan makanan sudah didistribusikan dan diterima masyarakat.
BPBD Tapin juga mendirikan dapur umum di depan kantor Kelurahan Raya Belanti. Membagikan nasi bungkus kepada korban banjir. “Kondisi terkini volume air sudah mengalami penurunan,” ujarnya.

Sementara untuk puting beliung, di Desa Lawahan ada enam rumah rusak. Satu rusak berat, selebihnya rusak ringan. “Yang terdampak 25 jiwa,” ucapnya. Kemudian di Desa Rumintin, ada 15 keluarga atau 50 jiwa terdampak. Kerusakannya terkategori ringan. Bergeser ke Kelurahan Tambarangan, ada 10 keluarga atau 32 jiwa terdampak. “Terjadi di dua tempat. Dua rumah rusak berat dan lima rumah lainnya rusak ringan,” jelasnya. 

Terakhir, puting beliung menerpa Desa Sawang. Di sini sebuah rumah ditimpa pohon besar yang tumbang. “Puting beliung datang dini hari, sekitar pukul 01.00 sampai 02.00 WITA,” jelasnya.

Sebagian rumah sudah diperbaiki masyarakat secara gotong royong memakai terpal dan sisa atap yang masih bisa digunakan. “Tidak ada korban jiwa,” tegasnya. 

Berpindah ke Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), banjir merendam Kecamatan Haruyan dan Kecamatan Pandawan. Paling parah melanda Desa Haruyan dan Desa Haruyan Seberang.Data yang diterima Radar Banjarmasin dari Dinas Sosial HST, sedikitnya 700 jiwa terdampak banjir kali ini.

Pemkab kemudian mendirikan dapur umum di kantor kecamatan. “Kami menyediakan makanan cepat saji untuk dibagikan kepada korban banjir,” kata Plt Kadinsos HST, Wahyudi, (26/2).Kepala Pelaksana BPBD HST, Budi Haryanto menambahkan, banjir juga melanda Kecamatan Pandawan. Tepatnya di Desa Masiraan. 

Desa ini langganan terendam lantaran berada di dataran rendah. Sementara itu, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Sungai Amandit juga meluap. Memicu banjir bandang di Dusun Bukuanin, Desa Mawangi, Kecamatan Padang Batung. Akibatnya puluhan rumah rusak ringan hingga berat. 

Sedangkan permukiman di Kecamatan Angkinang, Telaga Langsat, dan Kandangan, ratusan rumah juga tergenang.

Camat Padang Batung, Hery Utumo mengatakan ada 21 rumah warga Dusun Bukuanin yang rusak.

“Banjir bandang sekitar pukul 02.00 WITA. Kejadiannya sebentar saja, sudah surut,” ujarnya saat dikonfirmasi (26/2).Saat ini, warga yang rumahnya rusak mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga. Pemkab juga telah menyalurkan bantuan. “Dari dana, logistik, sembako sampai peralatan dapur,” sebutnya.

Banjir di Telaga Langsat merupakan air kiriman. “Sampai siang hari saja, sudah tidak ada (sudah surut),” kata Camat Telaga Langsat, Sar Ipansyah. Sementara di Kecamatan Kandangan, masih ada belasan rumah tergenang. Tepatnya di Desa Sungai Kupang RT 7.  “Sebanyak 16 rumah,” sebut Camat Kandangan, Syamsuri. Dia memastikan tidak ada warganya yang pergi mengungsi.

Sedangkan di Kecamatan Angkinang, ratusan rumah di beberapa desa tergenang. “Desa Kayu Abang RT 04 ada 180 rumah, Desa Tabiran Kubah RT 1, 2, 3 dan 4 total ada 61 rumah, serta di Desa Tawia ada 69 rumah,” ujar Camat Angkinang, Sabilarrasad. Ketinggian air bervariasi, dari menggenangi pelataran rumah sampai selutut orang dewasa. “Sebagian mengungsi ke tempat keluarga, sebagian lagi bertahan di rumah masing-masing,” katanya.

49 Ribu Jiwa Terdampak

Tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar kembali diterjang banjir. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar mencatat, total ada 10.207 rumah terendam dan 49.419 jiwa terdampak akibat bencana itu. “Sepuluh ribu rumah yang terendam ini tersebar di sembilan kecamatan,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjar, Warsita, Minggu (26/2). Ia mengungkap, rumah paling banyak tergenang berada di Kecamatan Martapura. Di sini ada 3.519 rumah dan 14.167 jiwa yang terdampak. “Terbanyak kedua di Kecamatan Pengaron, total 2.114 rumah terendam dan 7.063 jiwa yang terdampak,” ungkapnya. 

Lalu, disusul Kecamatan Astambul, dengan 1.919 rumah terendam dan 19.623 jiwa terdampak. Kemudian, di Martapura ada 4.752 jiwa terdampak, dari 1.508 rumah yang terendam.

Selanjutnya, di Martapura Timur, 644 rumah terendam dan 2.240 jiwa terdampak. Serta, 708 jiwa terdampak dan 236 rumah terendam di Karang intan.

Sedangkan di Kecamatan Simpang Empat, tercatat ada 488 jiwa terdampak dan 142 rumah terendam. Lalu di Cintapuri Darussalam, 338 jiwa terdampak dan 110 rumah terendam. 

Terakhir, di Kecamatan Sungai Pinang ada 40 jiwa terdampak, dari 15 rumah yang terendam.

Warsita menyampaikan, ketinggian air bervariasi. “Paling dalam di Kecamatan Pengaron ada yang sampai dua meter. Di tempat lainnya, dari 20 sentimeter sampai satu meter,” ucapnya.

Walaupun ketinggian air ada yang sampai dua meter, ia menyebut, sejauh ini tidak ada warga yang mengungsi. “Paling menginap di rumah keluarga mereka,” sebutnya. 

Bantuan logistik untuk dapur umum di masing-masing kecamatan juga telah disalurkan.
Melihat situasi ini, Bupati Banjar H Saidi Mansyur mengeluarkan imbauan untuk masyarakat yang terdampak luapan air Sungai Martapura.

Ia meminta, masyarakat waspada terhadap bahaya kelistrikan rumah dan peralatan elektronik. “Waspada juga terhadap debit air sungai yang bisa saja meninggi secara tiba-tiba,” pintanya. 

Saidi juga mengimbau agar warga waspada terhadap kemunculan hewan berbahaya. “Senantiasa mengawasi anggota keluarga, terutama balita dan anak anak. Bagi yang mengungsi amankan barang berharga lainnya,” imbaunya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Stamet Syamsudin Noor, Uli Mahanani menyatakan, cuaca ekstrem diperkirakan masih terjadi hingga sepekan ke depan.

Hal ini menurutnya, dikarenakan masih aktifnya kondisi La Nina lemah yang berdampak pada peningkatan curah hujan.

Selain itu, tarikan massa udara akibat adanya daerah pusat tekanan di Australia bagian utara juga mengakibatkan terbentuknya pertemuan angin di sekitar Kalsel.

“Serta aktifnya gelombang atmosfir Kelvin dan low frequency yang merambat ke arah timur dan mencakup wilayah Kalsel,” jelasnya. (ris/dly/mal/shn/gr/fud)

Editor : izak-Indra Zakaria