Sempat mangkrak, pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dengan Kabupaten Kotabaru bakal dilanjutkan tahun 2024. Pemprov Kalsel bahkan sudah menganggarkan biaya lanjutan di APBD 2024. Nilainya mencapai Rp300 miliar. “Akan dilanjutkan tahun depan. Anggarannya Rp300 miliar,” ungkap Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar.
Tak hanya pemprov, kedua pemkab itu juga diminta menggelontorkan dana. Nilainya masing-masing Rp100 miliar. “Kedua pemkab dan kedua DPRD (Tanah Bumbu dan Kotabaru) sudah rapat bersama DPRD Kalsel. Semuanya sepakat untuk sharing dana,” tambahnya.
Mengingatkan pembaca, proyek ini mulai digarap pada 2015, tetapi terhenti pada 2017. Gara-gara belum mendapat rekomendasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Hingga akhirnya, pemprov dan kedua pemkab menyetop anggaran Jembatan Pulau Laut. Desain awal jembatan adalah panjang 3.750 meter dan tinggi 40 meter. Tipenya adalah cable stayed dengan lebar 24 meter. Lalu, apakah desain itu akan mengalami perubahan pada 2024 nanti?
Roy menerangkan, desain awal akan di-review ulang agar bisa mendapatkan rekomendasi KKJTJ. Ia mencontohkan, tinggi jembatan yang awalnya 40 meter turun menjadi 30 meter. Selain itu, rencana anggaran juga dihitung ulang sebab harga material yang serba baik. “Kami juga tetap akan mencari peluang bantuan anggaran dari pemerintah pusat,” pungkas sekda.
Rencana ini disambut hangat Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani. Sebab jembatan ini sudah lama didambakan masyarakat Tanah Bumbu dan Kotabaru. “Saya sangat setuju! Selain untuk menopang IKN, jembatan ini juga akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya kemarin.
Menurutnya ini akan menciptakan interkoneksi antara daratan Kalimantan dan Pulau Laut. “Paling penting untuk peningkatan ekonomi dan pengembangan wilayah, khususnya wilayah Pulau Laut,” ujar anggota Fraksi Golkar itu. (mof/gr/fud)
Editor : izak-Indra Zakaria