Setelah sembilan tahun terbengkalai akibat ambruk pada tahun 2014, Dermaga Margasari di Desa Baringin, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, akhirnya dibangun kembali pada tahun 2018. Dermaga ini merupakan pelabuhan utama yang menghubungkan Banjarmasin, Marabahan, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah.
Namun, pembangunan dermaga belum diikuti dengan pengoperasian yang optimal. Dinas Perhubungan (Dishub) Tapin berencana untuk melengkapi fasilitas dermaga, seperti pos jaga, lampu penerangan, lahan parkir, dan tempat berjualan.
“Jadi sementara ini masih pembenahan. 2023 kita dapat menganggarkan pembangunan pos jaga dan lampu penerangan di dermaga,” ujar Kadishub Tapin, Muhammad Nor, kepada Radar Banjarmasin.
Menurutnya, target pengoperasian dermaga secara penuh adalah tahun 2024. “Kalau semua itu selesai, pelabuhan akan bisa difungsikan lagi. Targetnya memang tahun 2024 dapat berfungsi,” jelasnya.
Selain itu, Dishub juga akan memenuhi permintaan masyarakat untuk membuat ikon di dermaga, yaitu tulisan “We Love Margasari”. “Kalau tidak bisa di APBD murni di perubahan kita anggarkan lagi,” janjinya.
Dishub juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk mengatur pedagang dadakan di sekitar dermaga. “Kalau tempat parkir sudah selesai kemungkinan akan dipindah di sana. Jadi tidak mengganggu jalan lagi,” tuturnya.
Camat Candi Laras Selatan, Zaul Rahman, mengapresiasi upaya Dishub untuk memfungsikan dermaga Margasari. Ia mengatakan, penanganan dermaga ini merupakan aspirasi dari masyarakat.
“Sudah kita koordinasikan dengan Dishub, termasuk pembangunan ikon yakni tulisan, rencananya We Love Margasari,” pungkasnya.
Ia juga berharap, dermaga ini tidak hanya menjadi tempat tambatan dan bongkar muat kapal, tetapi juga menjadi destinasi wisata. “Kita siap mengembangkan, agar dermaga ini bisa didatangi oleh masyarakat luar,” paparnya. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria