Belasan lampu sorot Jembatan Pasar Lama raib. DPRD Banjarmasin pun mendesak Pemko Banjarmasin agar mencegah pencurian itu terulang. "Bisa pasang CCTV, tempatkan Satpol PP, atau pengamanan pihak ketiga yang menjaga selama 24 jam," kata anggota dewan Muhammad Isnaini, Rabu (27/12).
Menurutnya, kejadian seperti ini bisa diprediksi dan diantisipasi. Diingatkannya, proyek pemasangan aksesori Jembatan 9 November itu tidak murah. Mencapai Rp11,8 miliar.
"Kita tentu berharap besarnya anggaran yang digelontorkan sepadan dengan hasilnya. Jangan sampai hanya awalnya saja yang indah," tambah legislator dari Fraksi Gerindra itu. Isnaini mengaku bisa memahami maksud pemko untuk mempercantik wajah kota dan menarik kunjungan wisatawan. Namun, pertunjukan air mancur yang menjadi hiburan publik, menurutnya cuma cocok untuk negara maju.
"Sedangkan masyarakat kita banyak yang menengah ke bawah. Memandang lampu berderet di jembatan bukan sebagai keindahan, tapi sebagai duit," ujarnya.Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Hendra mengaku tak terkejut dengan raibnya belasan aksesori Jembatan Pasar Lama tersebut. "Ketika kami kunjungan 13 Desember 2023 lalu, sebelum uji coba, kami sudah mendengar soal lampu yang hilang. Tapi masih masa garansi kontraktor, sehingga langsung diganti," ujarnya.
Hendra pun ragu proyek air mancur itu sudah siap dioperasikan di Banjarmasin. "Jangan-jangan pemko memang belum siap membahagiakan warganya dengan pertunjukan air mancur itu," sindir kader PKS itu.Dia juga merasa kasihan dengan SKPD yang akan dibebani pemeliharaan Jembatan Pasar Lama."Contoh pertunjukan air mancur menari di Taman Kamboja yang pernah menjadi catatan dewan," tukasnya.
Hendra menegaskan, akan lebih baik bila pemko memprioritaskan pembangunan yang menyangkut hajat orang banyak. Ketimbang mengeluarkan anggaran besar untuk mempermak jembatan. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria