"Takdir Tuhan ada di ujung usaha manusia". -Habiburrahman El Shirazy
Bisakah kita memprediksi siapa yang bakal menjadi pemimpin bangsa. Silakan berdebat dan beradu argumen dengan seperangkat data, analisis, dan kajian teoritik. Siapa pun akhirnya terpilih, itulah takdir yang telah ditetapkan. Pertanyaannya, sampai batas mana manusia bisa mengubah dan mengusahakan takdirnya? Oke, tak perlu dibahas lebih jauh. Biarkan takdir yang menentukan.
Penulis: ANDI TENRI SOMPA
Ketua KPU Kalsel
Saya hanya ingin menyampaikan bahwa saat ini proses dan tahapan pemilu terus berjalan sesuai jadwal. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Logistik surat suara juga sudah datang, dan didistribusikan ke semua kabupaten. Semua stakeholder yang berkepentingan mengawal proses pemilu telah menunjukkan komitmen memberi dukungan. Deklarasi bersama mengawal pemilu damai juga telah dilakukan.
Seluruh komisioner KPU di Kalsel juga terus bergiat dengan berbagai agenda menyiapkan hal-hal teknis. Sampai saat ini tak ada kendala dan hambatan yang mengganggu proses tahapan pemilu. Saya berharap takdir akan membawa semua proses pemilu di Kalsel bisa berjalan dengan damai dan kondusif.
Ini adalah tanggung jawab saya sebagai Ketua KPU. Dari awal saya telah mengikhtiarkan diri untuk terlibat dalam proses demokrasi di Indonesia. Bila sebelumnya saya mengambil peran sebagai tim seleksi komisioner KPU, untuk kali ini mengambil peran yang lebih besar dengan menjadi bagian dari keluarga besar KPU.
Apakah ini takdir saya? Bukan, ini tidak semata takdir yang harus saya terima sebagai ketetapan jalan hidup saya. Ini adalah takdir yang diinginkan sebagai pilihan. Saya memilih takdir yang saya inginkan untuk menjadi bagian dari KPU. Mengapa saya melakukan ini? Sebagai akademisi, ini adalah wujud kongkret dari Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian untuk masyarakat.
Sesuai bidang dan disiplin keilmuan, saya mengabdi untuk mengawal proses demokrasi berjalan dengan baik, jujur, demokratis dan berkualitas. Inilah pengabdian saya sebagai akademisi.
Saat ini saya hanya fokus menjalankan tugas dengan baik. Kami harus mengawal dan memastikan distribusi logistik berjalan lancar. Saya bersama seluruh komisioner juga harus memastikan petugas KPPS bisa menuntaskan kerja pemungutan dan perhitungan suara dengan lancar sampai selesai. Tak hanya tuntas, tapi juga sehat dan selamat. KPU juga harus mendorong semua rakyat yang memiliki hak pilih akan datang ke TPS. Masih banyak tugas dan usaha yang harus kami tunaikan.
Selama usaha dalam menjalankan tugas belum tuntas, maka semua proses dan tahapannya masih menjadi tanggung jawab saya dan seluruh komisioner KPU. Ketika semua usaha yang menjadi tanggung jawab kami sudah tuntas, maka perkara hasil akhir biarlah sang takdir mengambil peran. Seperti diungkapkan penulis novel Ayat-Ayat Cinta, Habiburrahman, bahwa takdir Tuhan ada di ujung usaha manusia.(*)
Editor : izak-Indra Zakaria