Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Banjir di Hulu Sungai Utara Makin Meluas, Jumlah Rumah Terendam Bertambah

izak-Indra Zakaria • 2024-01-17 12:01:33
TEMUI WARGA: Banyak rumah warga di Kecamatan Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara yang terdampak banjir. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)
TEMUI WARGA: Banyak rumah warga di Kecamatan Amuntai Tengah, Hulu Sungai Utara yang terdampak banjir. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)

Bukannya surut, banjir justru semakin meluas pada hari kedua di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Tinggi air terus mengalami kenaikan dilaporkan Pusat Pengendalian Operasi Pengendalian Bencana atau Pusdalops Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) HSU.

Sungai Balangan yang sebelumnya berada di level 776, naik menjadi 778. Sedangkan Sungai Tabalong yang sebelumnya berada di level 704, naik ke level 711. Di level ini menandakan status sungai Siaga. Jumlah desa terdampak terbanyak berada di Kecamatan Amuntai Utara. Berikutnya, Kecamatan Amuntai Selatan, dan Amuntai Tengah. Dari laporan tersebut, rumah yang terendam 1.310 unit.

Jalan teredam sepanjang 3.565 meter baik jalan status kabupaten, provinsi, dan nasional. Sekolah yang terendam ada tujuh. Fasilitas daerah atau perkantoran juga ada tujuh. Fasilitas kesehatan ada satu, plus dua fasilitas umum. Lurah Antasari, Ahmad Ma'rifatullah mengatakan tetap turun mendata warga yang terdampak banjir, meski sedang cuti.

“Di Antasari ini, tinggi banjir sudah selutut orang dewasa. Ratusan rumah warga terdampak luapan air Sungai Balangan,” ungkapnya. Hasil pendataan ini, selanjutnya akan diserahkan ke pihak kecamatan. Selanjutnya ke pihak terkait yakni BPBD dan Dinas Sosial HSU.

Aktivitas berdagang warga di Pasar Unggas yang terdampak banjir tentu menimbulkan kerugian. Belum lagi rumah dan perabotan warga rusak akibat terendam banjir. “Jika dihitung mungkin dampak banjir di wilayah Antasari bisa sampai ratusan juta. Perabot rumah tangga dan aktivitas perdagangan Pasar Unggas di Jalan H Ali ikut terganggu,” sebutnya.

Kepala BPBD HSU, Syamrani mengatakan kondisi saat ini, masih berada pada status Siaga bencana. Sementara jumlah kepala keluarga yang terdampak dari delapan kecamatan sekitar 1.553 KK. “Total jiwa terdampak banjir meningkat menjadi 4.546 jiwa. Sebelumnya masih berada di angka 2.181 jiwa,” ujarnya, Senin (15/1).

Syamrani mengingatkan para camat dan lurah untuk terus mendata. “Laporkan setiap peningkatan debit air di desa, kelurahan, dan kecamatan masing-masing,” imbaunya. Mursi termasuk warga yang terdampak banjir di Kecamatan Amuntai Tengah. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, khususnya bantuan sembako. Sebab saat ini akses jalan menuju wilayahnya banyak yang terendam banjir. “Perlu perhatian dari pemerintah daerah,” ucapnya singkat. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria