Bahkan, keretakannyai terus melebar. Selain mengalami retak, bagian lantai juga terjadi penurunan. Kemudian bagian plafon juga mengalami pergeseran dan hanya terikat baja ringan. Kepala Desa Kurau Utara, Bahrani B mengatakan awal mula kerusakan ini terjadi setelah banjir besar 2021 lalu.
Ia menuturkan pondasi kantornya ini sudah mengalami penurunan, sehingga menyebabkan lantai keramik pecah. “Dinding kantor kami juga mulai retak dan terbuka, tidak simetris lagi antara kiri dan kanan,” ungkapnya.
Dikatakannya plafon yang terpasang juga tak menempel lagi di dinding bangunan, melainkan hanya menempel pada baja ringan. “Kami harap Pemkab Tala bisa membantu perbaikan, karena Kantor Desa ini untuk kepentingan orang banyak, bukan pribadi,” terangnya. Bahrani mengklaim masyarakat yang dilayani pihaknya adalah yang paling banyak di seluruh desa se-Kecamatan Bumi Makmur.
Yakni, sekitar 780-an Kepala Keluarga (KK). “Jika diperlukan kami siap menghibahkan aset ini ke Pemkab Tala dan membantu dokumen administrasinya,” tegasnya. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa usulan proposal perbaikan sudah diserahkan ke pihak Dinas PUPRP Tala sekitar sebulan yang lalu, namun hingga kini belum ada kabar.
Terpisah, Kepala Dinas PUPRP Tala, Syakhril Hadrianadi mengatakan pihaknya sudah mengetahui kabar kerusakan Kantor Desa Kurau tersebut. Namun dirinya belum mengetahui prosesnya sudah sampai di mana.“Proposalnya masuk di Bidang Cipta Karya. Coba tanyakan kesana,” ujarnya. (*)