Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jembatan Baru Puluhan Miliar di HKSN Sarat Masalah, Rusak Lagi..!!

Wahyu Ramadhan • Jumat, 17 Mei 2024 - 10:45 WIB
RETAK: Ada dua retakan, berada di oprit jembatan arah ke Jalan Kuin Selatan. Foto diambil kemarin (16/5) siang. (Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin)
RETAK: Ada dua retakan, berada di oprit jembatan arah ke Jalan Kuin Selatan. Foto diambil kemarin (16/5) siang. (Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin)

 

 Jembatan Patih Masih alias Jembatan HKSN di Banjarmasin Utara seolah tak pernah luput dari masalah. Infrastruktur yang menelan anggaran Rp64 miliar itu kembali disorot, lantaran kembali rusak. Pantauan Radar Banjarmasin, Kamis (16/5) siang, oprit jembatan yang mengarah ke sungai itu retak. Dua retakan itu berada di turunan arah Jalan Kuin Selatan.

Keretakan itu membuat warga Kuin Utara heran. "Saya heran, jembatan baru ini kok selalu rusak ya," kata Andi. 

Dia lantas membandingkan jembatan baru itu dengan jembatan lama di sampingnya. "Yang lama masih bagus-bagus saja," ujarnya.

 

"Padahal kalau dari segi bentuk, lebih bagus jembatan baru. Apalagi jembatan baru dilengkapi dengan taman," tambahnya.

Dikonfirmasi, terkait kerusakan jembatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengaku belum mengecek kerusakan tersebut.

 

Photo
Photo
RETAK: Ada dua retakan, berada di oprit jembatan arah ke Jalan Kuin Selatan. Foto diambil Kamis (16/5) siang.

 

"Terima kasih untuk informasinya. Nanti tim akan melihat kondisinya," ujarnya, kemarin melalui sambungan telepon."Kalau ada kerusakan, pasti kami tindaklanjuti," janjinya. Disinggung apakah bisa diperbaiki secepatnya, Suri mengaku belum bisa memastikan.

"Kami perlu mendapat laporan detail kerusakannya seperti apa. Kalau masih bisa pemeliharaan, kami tindaklanjuti segera," ujarnya. Perlu diketahui, Jembatan Patih Masih dibangun pada 2020. Menghabiskan anggaran Rp64 miliar.
Tahap pertama Rp37,1 miliar. Pembangunan tahap kedua Rp22,8 miliar. Ditambah penyelesaian pileslab sebesar Rp8,6 miliar. 

Sejak awal dibangun, proyek ini terus disorot. Pada 24 September 2020, rangka pilar jembatan itu ambruk. Sembilan pekerja ditimpa rangka pilar jembatan. Lima terluka, sisanya berhasil menyelamatkan diri.

Kemudian, empat bulan usai diresmikan pada 19 April 2022, ditemukan retakan di bagian oprit jembatan. Publik pun gaduh. Hingga muncul dugaan korupsi yang ditelisik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel. Beberapa saksi dipanggil dan diperiksa terkait proyek jembatan penghubung Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara itu. 

Dugaannya, terjadi pengurangan volume spek proyek. Kejanggalan lain, kontraktor tidak didenda. Padahal pengerjaannya sempat molor. Belakangan, Kejati menghentikan penyelidikan setelah kontraktor membayar denda keterlambatan dan menyetorkan kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan. (*)

 
 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria