Dia lantas membandingkan jembatan baru itu dengan jembatan lama di sampingnya. "Yang lama masih bagus-bagus saja," ujarnya.
"Padahal kalau dari segi bentuk, lebih bagus jembatan baru. Apalagi jembatan baru dilengkapi dengan taman," tambahnya.
Dikonfirmasi, terkait kerusakan jembatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengaku belum mengecek kerusakan tersebut.
"Terima kasih untuk informasinya. Nanti tim akan melihat kondisinya," ujarnya, kemarin melalui sambungan telepon."Kalau ada kerusakan, pasti kami tindaklanjuti," janjinya. Disinggung apakah bisa diperbaiki secepatnya, Suri mengaku belum bisa memastikan.
"Kami perlu mendapat laporan detail kerusakannya seperti apa. Kalau masih bisa pemeliharaan, kami tindaklanjuti segera," ujarnya. Perlu diketahui, Jembatan Patih Masih dibangun pada 2020. Menghabiskan anggaran Rp64 miliar.
Tahap pertama Rp37,1 miliar. Pembangunan tahap kedua Rp22,8 miliar. Ditambah penyelesaian pileslab sebesar Rp8,6 miliar.
Sejak awal dibangun, proyek ini terus disorot. Pada 24 September 2020, rangka pilar jembatan itu ambruk. Sembilan pekerja ditimpa rangka pilar jembatan. Lima terluka, sisanya berhasil menyelamatkan diri.
Kemudian, empat bulan usai diresmikan pada 19 April 2022, ditemukan retakan di bagian oprit jembatan. Publik pun gaduh. Hingga muncul dugaan korupsi yang ditelisik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel. Beberapa saksi dipanggil dan diperiksa terkait proyek jembatan penghubung Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara itu.
Dugaannya, terjadi pengurangan volume spek proyek. Kejanggalan lain, kontraktor tidak didenda. Padahal pengerjaannya sempat molor. Belakangan, Kejati menghentikan penyelidikan setelah kontraktor membayar denda keterlambatan dan menyetorkan kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan. (*)