Pilkada Lebih Rawan Konflik Dibanding Pemilu, Begini Persiapan Pengamanan dari Polda Kalsel
M Oscar Fraby• 2024-06-05 11:15:00
ANTISIPASI:Rakor Lintas Sektoral Dalam Rangka Persiapan Pengamanan Pilkada 2024 digelar di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Selasa (4/6/2024).(Foto:M Oscar Fraby/Radar Banjarmasin)
Prokal.co, Situasi politik nasional yang saat ini masih berproses, sedikit banyak akan berdampak terhadap suhu politik di daerah. Proses sengketa hasil Pemilu lalu di Mahkamah Konstitusi (MK), berpotensi memunculkan ketidakpuasan.
“Menatap PilkadaKalsel, semua pemangku kebijakan harus turut serta mengambil peran menciptakan kesejukan,” tekan Kabinda Kalsel, Brigjen Pol Nurullah saat Rakor Lintas Sektoral Dalam Rangka Persiapan Pengamanan Pilkada 2024, di Golden Tulip Hotel Banjarmasin, Selasa (4/6/2024). Pemilu di Kalsel lalu yang berjalan aman dan kondusif, wajib dipertahankan dengan melibatkan semua unsur.
“Harus ada kerja sama dan kolaborasi, pada Pilkada ini kerawanan akan lebih terasa dibandingkan Pemilu lalu,” tekannya. Dia mengingatkan, di Pilkada 2024 potensi konflik antar pendukung rawan terjadi.
Yang mana dapat terjadi bentrok hingga aksi kekerasan di tingkat akar rumput, timses, pendukung, simpatisan calon kepala daerah.
Selain itu terang Nurullah, potensi yang bisa muncul adalah, penggiringan isu pelanggaran netralitas terhadap kandidat dari ASN, purnawirawan TNI/Polri. Potensi lain, kampanye dengan atribut atau cara tertentu yang mengeskalasi konflik.
“Potensi konflik yang bisa terjadi lain adalah maraknya propoganda negatif yang menyudutkan rekam jejak kandidat,” paparnya. Sementara, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Winarto menegaskan, potensi konflik dan kerawanan Pilkada sudah dipetakan pihaknya.
Melalui Operasi Mantap Praja, dia memastikan, Polri bersama TNI akan mengamankan Pilkada di Kalsel. “Semua pemangku kepentingan harus solid, bangun komunikasi yang baik dan deteksi dini pencegahan,” pesannya. “Potensi konflik harus dicegah sejak dini, ini lebih baik daripada penindakan,” tekannya.
Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Ari Aryanto menambahkan komunikasi dan koordinasi harus semakin dimaksimalkan. Khususnya menyikapi dan memetakan potensi kerawanan.“Pemenuhan hak-hak masyarakat yang masuk dalam daftra pemilih harus terfasilitasi untuk menghindari potensi konflik,” sebutnya.
Sementara, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menerangkan, upaya pengamanan menjadi sangat penting untuk menjaga situasi Kalsel jelang, saat, dan pasca Pilkada.
Dengan kesiapan dan sinergitas seluruh pemangku kebijakan, dia yakim Pilkada yang aman, damai, dan bermartabat akan terwujud. “Kita dapat mengambil hikmah dari pengalaman selama ini, yang mana dalam gelaran Pemilu, Pilkada, Kalsel selalu kondusif,” ujarnya. (*)