Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sungai Amandit Meluap: Loksado Terisolasi, Kandangan Berstatus Siaga 1

Redaksi Prokal • 2025-12-28 08:32:11
TERENDAM: Salah satu sekolah di Kecamatan Loksado terendam banjir akibat meluapnya sungai amandit. Foto: (Grup Emergency HSS)
TERENDAM: Salah satu sekolah di Kecamatan Loksado terendam banjir akibat meluapnya sungai amandit. Foto: (Grup Emergency HSS)

 

KANDANGAN – Curah hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sejak Jumat malam (26/12) memicu luapan besar Sungai Amandit pada Sabtu (27/12/2025) pagi. Banjir bandang ini dilaporkan merendam kawasan wisata pegunungan hingga mengancam wilayah perkotaan Kandangan.

Situasi paling mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Loksado. Di Desa Tumingki, warga melaporkan ketinggian air mencapai level yang tidak biasa hingga merendam halaman dan masuk ke pemukiman yang sebelumnya dianggap aman.

Melalui rekaman suara yang viral di media sosial, seorang warga mengungkapkan kepanikannya karena akses jalan yang terputus. “Infonya di Loksado banjir, yang tidak biasanya sampai ke halaman rumah, ini sampai ke halaman rumah banjirnya. Ini kami siap-siap berkumpul di Desa Tumingki, kami terkurung,” lapor warga tersebut.

Berdasarkan pantauan lapangan dan video amatir warga, dampak banjir meluas dengan cepat ke beberapa titik. Yakni bangunan SDN Lumpangi di Desa Lumpangi dilaporkan terendam air cukup dalam. Fasilitas wisata di kawasan Pariangan (Desa Batu Bini) dan wilayah Batu Laki di Kecamatan Padang Batung dilaporkan tenggelam oleh debit air yang meluap cepat. Akses jalan di beberapa titik Kecamatan Loksado mulai sulit dilalui kendaraan akibat arus air yang deras.

BPBD Tetapkan Status Siaga 1

Kepala Pelaksana BPBD Hulu Sungai Selatan, Kusairi, secara resmi menetapkan status Siaga 1 untuk aliran Sungai Amandit. Mengingat air di wilayah hulu masih bertahan dan cuaca belum sepenuhnya stabil, potensi banjir kiriman ke pusat kota sangat besar.

“Siaga 1 berpotensi Sungai Amandit meluap sampai ke jalan di Kandangan,” tegas Kusairi dalam peringatan resminya. Wilayah terdampak dan terancam diantaranya Kecamatan Loksado tepatnya Desa Tumingki, Lumpangi (Dampak Terparah). Lalu Kecamatan Padang Batung tepatnya Desa Batu Laki, Dusun Pariangan. Lalu Kecamatan Kandangan didaerah bantaran sungai dan jalan protokol pusat kota (Ancaman Banjir Kiriman).

Warga di wilayah pegunungan terus berkoordinasi dengan warga di hilir untuk memberikan peringatan dini (early warning). Masyarakat di wilayah Kandangan Kota, terutama yang tinggal di bantaran sungai, diminta segera mengevakuasi dokumen dan barang berharga ke tempat tinggi. Mematikan aliran listrik jika air mulai memasuki rumah. Memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BPBD atau relawan setempat.

Hingga berita ini diturunkan, tim reaksi cepat BPBD dan relawan gabungan dilaporkan tengah menuju lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pendataan dan evakuasi warga yang terjebak. (*)

Editor : Indra Zakaria