Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Material Tambang Tutupi Lahan Warga di Kandangan, Puluhan Hektare Perkebunan Rusak Parah

Redaksi Prokal • 2026-01-12 11:15:00
Area kebun warga di Padang Batung yang ditutupi banjir lumpur material tambang, dan membuat tanah menjadi masam. (M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)
Area kebun warga di Padang Batung yang ditutupi banjir lumpur material tambang, dan membuat tanah menjadi masam. (M Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)

 

KANDANGAN – Sektor pertanian di Desa Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), kini terancam lumpuh. Puluhan hektare lahan perkebunan dan persawahan warga dilaporkan rusak berat akibat banjir luapan Sungai Kuangan yang membawa material lumpur dan limbah tambang pada Sabtu (3/1).

Meskipun banjir hanya berlangsung singkat sekitar satu jam, dampak yang ditinggalkan sangat fatal. Luapan air yang diduga dipicu oleh pembukaan tanggul mendadak di kawasan pertambangan sekitar tersebut membawa endapan pasir, kerikil, dan lumpur pekat. Kondisi ini menyebabkan struktur tanah menjadi masam dengan tingkat keasaman (pH) yang menurun drastis, sehingga lahan kehilangan kesuburan alaminya.

Ketua Kelompok Tani Campur Sari, Fadli, mengungkapkan bahwa komoditas hortikultura seperti tomat, buncis, timun, cabai, dan terong adalah yang paling terdampak. Bagi petani padi, ancaman gagal tanam membayang karena material tambang menutupi lapisan tanah subur (topsoil). Untuk memulihkan lahan, petani kini terpaksa melakukan pengerukan atau pengolahan ulang yang membutuhkan biaya sangat besar.

Kerugian ekonomi akibat bencana ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Salah satu petani, Suhaimi, mengaku hancur karena separuh kebun tomatnya gagal panen. Padahal, ia sangat mengandalkan hasil panen tersebut untuk menghadapi bulan Ramadan mendatang. Keluhan serupa datang dari Sahid, yang kehilangan modal besar setelah tanaman buncis dan timunnya gagal tumbuh akibat tertutup material tambang.

Merespons tekanan dari masyarakat, pihak perusahaan tambang mulai mengambil langkah darurat. Sebagai bentuk tanggung jawab awal, perusahaan menyalurkan kapur pertanian atau dolomit kepada para petani terdampak. Pemberian kapur ini diharapkan dapat membantu menetralkan pH tanah yang terdampak limbah agar lahan bisa segera diolah kembali.

Fadli membenarkan bahwa penyaluran dolomit tersebut sudah mulai diterima oleh warga. Meskipun dianggap sebagai solusi sementara yang cukup membantu, para petani tetap berharap ada penanganan lebih lanjut agar insiden pembukaan tanggul yang merugikan lahan pertanian rakyat tidak terulang kembali di masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria