BANJARMASIN – Keluhan masyarakat mengenai maraknya truk bermuatan yang memakan badan jalan di sekitar kawasan Pelabuhan Trisakti akhirnya mendapat atensi serius dari pihak kepolisian. Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) kini tengah menyiapkan langkah tegas untuk menertibkan kendaraan-kendaraan besar yang dinilai menyempitkan ruas jalan dan menjadi pemicu kerawanan lalu lintas.
Setidaknya ada tiga jalur utama yang kini menjadi fokus pengawasan, yakni Jalan Barito Hilir, Jalan Yos Sudarso, hingga Jalan Gubernur Soebardjo. Kawasan ini merupakan titik nadi aktivitas ekonomi yang padat, namun kondisinya kian mengkhawatirkan karena truk-truk sering terparkir di bahu jalan hampir sepanjang hari. Keberadaan armada besar ini tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga membahayakan keselamatan warga, mengingat di sepanjang ruas jalan tersebut terdapat banyak perkantoran dan sekolah.
Kekhawatiran mendalam dirasakan oleh warga sekitar, salah satunya Ratna (32). Sebagai orang tua yang setiap hari melintasi kawasan tersebut untuk mengantar anak sekolah, ia mengaku dihantui rasa waswas saat harus bersisian dengan deretan truk yang parkir sembarangan. Senada dengan Ratna, Baihaki (48), seorang karyawan swasta, menyoroti keterbatasan lahan parkir milik perusahaan ekspedisi sebagai akar masalah yang membuat armada meluber ke jalan umum.
Kapolsek KPL, Kompol Abdul Rauf, menyatakan keterkejutannya atas kondisi kesemrawutan yang terjadi saat ia memulai masa dinasnya sepekan terakhir. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa banyak truk sengaja ditinggal pengemudinya saat menunggu jadwal kapal atau setelah bongkar muat. Ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak hanya rawan kecelakaan, tetapi juga membuka celah bagi aksi kriminalitas seperti pencurian hingga praktik pungutan liar.
Sebagai langkah awal, unit lalu lintas telah dikerahkan untuk mendatangi dan memperingatkan kendaraan yang terparkir secara tidak sah. Namun, kepolisian menyadari bahwa penertiban ini memerlukan solusi jangka panjang. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Polsek KPL akan mengundang pihak Pelindo, perusahaan ekspedisi, serta instansi pemerintah kota untuk duduk bersama mencari solusi permanen.
Target utama dari koordinasi lintas sektoral ini adalah mendorong penyediaan lahan parkir mandiri atau gudang oleh perusahaan ekspedisi agar tidak lagi merampas hak pengguna jalan lainnya. Dengan adanya kesepakatan bersama, diharapkan kawasan penyangga pelabuhan tersebut bisa kembali tertib, aman, dan nyaman bagi mobilitas warga Banjarmasin setiap harinya. (*)
Editor : Indra Zakaria