Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Denyut Mudik di Banjarbaru: 71 Ribu Penumpang Padati Bandara Syamsudin Noor

Redaksi Prokal • 2026-03-20 07:25:00

Suasana di gedung terminal keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kamis (19/3/2026). ANTARA/Firman
Suasana di gedung terminal keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kamis (19/3/2026). ANTARA/Firman

BANJARBARU – Gelombang arus mudik di Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan menjelang hari raya. Hingga H-2 Lebaran atau Kamis (19/3), Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru mencatat sebanyak 71.493 penumpang telah melintasi gerbang udara utama provinsi ini.

Lonjakan penumpang ini merupakan akumulasi dari pergerakan keberangkatan dan kedatangan yang terlayani melalui 665 penerbangan sejak dibukanya masa angkutan Lebaran. Aktivitas di terminal bandara tampak sibuk dengan lalu lalang pemudik yang membawa barang bawaan khas pulang kampung, menciptakan suasana hangat khas Idulfitri.

Rekor Kepadatan di Puncak Mudik

Manajemen bandara mencatat bahwa puncak kepadatan tertinggi tahun ini terjadi pada Rabu (18/3). Pada hari itu, sebanyak 12.258 penumpang memadati area bandara dengan didukung oleh 104 frekuensi penerbangan dalam satu hari saja.

Meski melewati hari puncak, pergerakan penumpang pada Kamis tetap tergolong tinggi. Tercatat ada 9.582 orang yang terbang melalui 99 penerbangan sepanjang hari kemarin. Guna mengantisipasi penumpukan penumpang dan memastikan semua pemudik terangkut, pihak bandara bahkan telah menyiagakan 37 penerbangan tambahan (extra flight) dengan rata-rata delapan penerbangan ekstra setiap harinya.

Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, mengonfirmasi bahwa angka pemudik tahun ini menunjukkan pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Kami melihat adanya tren kenaikan jumlah penumpang tahun ini. Namun, untuk persentase pertumbuhan pastinya, baru akan kami hitung secara detail setelah periode arus mudik berakhir sepenuhnya saat lebaran nanti," jelas Zulfian.

Demi menjaga kenyamanan dan kelancaran arus penumpang, pihak bandara juga telah mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Udara Periode Lebaran. Posko ini akan bersiaga selama 18 hari, mulai dari 13 hingga 30 Maret 2026 mendatang.

Berkat koordinasi intensif antar-instansi dan kesiapan fasilitas, suasana di gedung terminal keberangkatan sejauh ini tetap terpantau kondusif meski dalam kondisi ramai. Para petugas terus bersiaga untuk memastikan setiap masyarakat yang ingin merayakan Idulfitri di kampung halaman dapat terbang dengan aman dan lancar.(*)

Editor : Indra Zakaria