Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Melihat Persiapan Opera Nyai Balau di Taman Budaya

izak-Indra Zakaria • Jumat, 8 Desember 2023 - 18:19 WIB
Photo
Photo

Pentas seni bertajuk Opera Nyai Balau bakal menjadi pagelaran kesenian terbaik bulan ini. Penonton dipastikan akan terpukau me­nyaksikan penampilan opera Dayak tersebut. Pagelaran seni kali ini disajikan terbuka untuk umum de­ngan performa wajah baru.

 

DHEA UMILATI, Palangka Raya

 

“AYO semua kumpul, naik ke atas panggung,” seru Arbendi yang me­rupakan sutradara opera Nyai Balau.

Mendengar panggilan tersebut, para pemeran opera bergegas ke atas panggung di UPT Taman Budaya, Temanggung Tilung, Palangka Raya. Tak berapa lama kemudian, baik pemeran maupun pemain musik sudah berkumpul. Mereka membentuk lingkaran, lalu menundukkan kepala sejenak sembari memanjatkan doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Tim opera Nyai Balau rutin menggelar latihan sebagai persiapan tampil pada pentas seni yang akan dilaksanakan di UPT Taman Budaya pada 10 Desember 2023. Arbendi selaku sutradara menyebut pertunjukkan kali ini berbeda dari yang sebelumnya.

“Ada beberapa hal yang membedakan opera yang ini dari sebelumnya,” ucap Arbendi pada Kalteng Pos, Senin (4/12).

Dikatakannya, latihan biasanya dimulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

“Dari konsep hingga pemain, ada beberapa yang diubah, sehingga agak sedikit berbeda daripada yang sebelumnya,” tuturnya.

Tiap kali diadakan opera, tentu ada evaluasinya. Hal-hal yang menjadi kekurangan akan diperbaiki pada opera selanjutnya. Begitu pula dengan pemain yang akan tampil. Yang pernah tampil sebelumnya, tidak selalu tampil ke depannya. Karena selama proses latihan, performa semua pemain dinilai menyesuaikan karakter, cara berkomunikasi, serta kepatuhan terhadap aturan yang sudah dibuat. Oleh karena itu, para pemain yang terpilih untuk tampil telah melewati seleksi ketat.

“Untuk opera kali ini, banyak pemain yang diganti. “Yang semula tampil di depan layar, kini ada yang menjadi tim produksi, kemudian yang sebelumnya di belakang layar, kali ini dipercaya tampil sebagai pemain,” sebutnya.

Mengingat ada beberapa pemain yang berbeda dari sebelumnya, sehingga perlu penyesuaian dengan kebutuhan yang ada.

“Mereka mulai berlatih sejak bulan November, kurang lebih satu bulan. Kalau untuk latihan menggunakan kostum baru dilakukan malam ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, opera yang akan ditampilkan nanti digelar untuk umum, dengan harapan masyarakat luas dapat menikmati pergelaran opera Dayak itu. “Sudah ada beberapa warga yang tertarik dan penasaran dengan opera Nyai Balau ini,” katanya.

Dengan waktu perispana yang terbilang cukup singkat, konsep serta pemain yang berubah menjadi tantangan tersendiri bagi tim. “Kalau yang sebelumnya itu masih semiopera, karena nyanyiannya tidak banyak dan diperankan oleh penyanyi dari balik layar panggung. Namun kali ini ada banyak dialog yang diucapkan dengan nyanyian oleh pemain, tanpa menggunakan penyanyi di belakang panggung,” jelasnya.

Hal itulah yang menjadi tantang tersendiri bagi pemain. Karena selain harus berlakon, juga harus bisa menghafal dialog sembari bernyanyi. “Kalau biasanya di belakang panggung sambil nyanyi, kalau ada jeda bisa sambil diskusi, tapi untuk penampilan kali ini, karena tampil di panggung, jadi harus benar-benar harus fokus antara berakting dan bernyanyi,” ungkap Natalia, salah satu pemain.

“Sebenernya masih sulit untuk mendalami peran, karena terkadang emosinya belum sampai,” timpal Agatha.

“Cukup sulit itu, karena kami juga membuat nada untuk dialog menyesuaikan dengan musik yang dimainkan,” tambah Aura.

Karena itu, selain mendalami lakon, beberapa pemain juga dituntut bisa membuat nada dan bernyanyi dalam opera tersebut. Benar-benar mengeksplor seluruh kemampuan diri para pemain. (*/ce/ala)

Editor : izak-Indra Zakaria