Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Banjir di Kalteng, Kabupaten Murung Raya Paling Parah

izak-Indra Zakaria • 2024-01-22 23:52:41
Banjir di Kabupaten Murung Raya.
Banjir di Kabupaten Murung Raya.

PALANGKA RAYA-Bencana banjir masih menghantui masyarakat yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito hingga saat ini. Wilayah banjir makin meluas dalam sehari. Kepala keluarga (KK) yang terdampak makin banyak. Fasilitas publik yang terendam banjir mencapai ribuan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng per tanggal 19 Januari 2024, dari enam daerah se-Kalteng yang sedang terjadi banjir, wilayah Murung Raya (Mura) yang paling parah. Ada 52 desa yang terendam air luapan sungai, dengan korban terdampak hingga 33.178 jiwa. Bahkan berdasarkan alat pantau Meteran air (MA) BPBD di Dermaga PutirSikan Puruk Cahu ketinggin debit air di DAS Barito sempat mencapai 9,60 meter pada Jumat (19/1). Sementara pada Sabtu (20/1) pukul 06.19 WIB terjadi penurunan sedikit menjadi 9,35 meter. Banjir di wilayah ini termasuk terparah dan terbesar dalam 30 tahun terakhir atau sejak tahun 1992 lalu.

Tidak hanya warga yang tinggal di pinggir sungai, pemukiman warga Kota Puruk Cahu di beberapa titik jalan juga mengalami hal serupa, seperti di Jalan Ahmad Yani daerah Dirung Bajo, Jalan Pulo Basan, Jalan Merdeka dan Jalan Jenderal Sudirman depan Masjid Agung Al Istiqlal. 

Kepala BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, ada lima kabupaten dan satu kota yang mengalami bencana banjir. Antara lain, Kabupaten Murung Raya (Mura), Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Kotawaringin Barat, dan Kota Palangka Raya. “Mura menjadi daerah terparah yang mengalami banjir,” katanya, Sabtu (20/1).

Ahmad Toyib juga mengatakan bahwa pihaknya masih memantau secara ketat perkembangan kondisi banjir di sejumlah wilayah di Kalteng. Terkait penyaluran bantuan untuk korban musibah banjir, dia mengaku untuk saat ini pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng belum menyalurkan bantuan ke kabupaten yang daerah nya mengalami banjir .

“Untuk bantuan sementara ini belum ada permohonan dari pemkab. Artinya kami anggap sampai saat ini pemkab masih bisa mengatasi sesuai kewenangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Mura, Hermon, mengatakan, dalam menghadapi musibah banjir ini Pemkab Mura dipastikan hadir dengan langsung melakukan pemantauan serta menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat.

“Kita pemerintah daerah bersama dinas, badan dan satuan serta instansi terkait terus memantau ke titik-titik tertentu yang dinilai rawan, kemudian kita nanti akan menginventarisir jenis bantuan apa saja yang layak, sesegera mungkin kita salurkan kepada masyarakat kita yang membutuhkan,” kata Hermon, Jumat (19/1).

Kalaksa BPBD Mura Fitrianul Pahriman menambahkan, bantuan logistik makanan mulai didistribusikan kemarin (20/1) ke arah desa-deaa Kecamatan Laung Tuhup seperti, Muara Tuhup. “Info dari Lurah Tuhup rencananya ada bantuan dari pihak ketiga. Kolaborasi antara pemerintah dan pihak ketiga,” terang Kalaksa, Sabtu (20/1).

Di tempat berbeda, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi melalui Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, di Palangka Raya ada beberapa kawasan sudah mulai tergenang air namun aktivitas masyarakat masih normal. Pasalnya air belum sampai merendam rumah warga.

“Untuk wilayah kota berdasarkan laporan teman lurah serta pantauan tim BPBD kota, daerah yang tergenang saat ini di Jalan Pelatuk 6 dan 7 juga Jalan Anoi, namun kondisi air yang naik ini belum menganggu aktivitas masyarakat,” jelas Heri Fauzi, Sabtu (20/1).

Sementara itu, Hanifah, salah satu warga yang tinggal di Jalan Pelatuk 6 mengatakan, wilayah rumahnya merupakan salah satu langganan banjir. Saat ini sudah hampir seminggu di sana banjir. Meski begitu banjir ini dinilai masih rendah dan masyarakat juga masih dapat beraktivitas dengan normal meski ada genangan.

“Daerah kami ini memang langganan banjir. Bahkan dalam setahun bisa sampai 3 hingga 4 kali terjadi banjir. Kabar dari orang-orang, di daerah hulu sana sudah dalam, dan kami ini tinggal nunggu kirimannya aja lagi. Kita lihatlah 2 sampai 3 hari ke depan bisanya sudah sampai di sini,” ungkapnya. Apabila debit air tinggi hingga masuk rumah, Hanifah mengaku dirinya bersama keluarga tidak punya pilihan lain selain mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. 

Pada kesempatan berbeda, Anggota DPRD Provinsi Kalteng, Sirajul Rahman meminta kepada pemerintah provinsi untuk sesegera mungkin menyalurkan bantuan terhadap korban banjir di DAS Barito, khususnya di Kabupaten Mura.

“Ini banjir sudah parah ini, banyak korban yang terdampak. Apalagi di daerah hulu itu. Saya kira ini sudah harus disalurkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalteng,” tegas Sirajul.

Menurutnya air luapan sungai barito itu banyak datang dari hulu sungai yang mengalami hujan deras. “Tolong pemerintah provinsi untuk turun tangan membantu masyarakat DAS Barito khususnya di Mura yang saat ini banjirnya sedang parah,” tegasnya.

Sementara itu, Prakirawan Cuaca dari Badan Meteorolgi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra Mukti Wijaya, menjelaskan, sebagian besar wilayah Kalteng dalam tiga hari ke depan masih berpotensi hujan. Baik itu hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang. Hal tersebut disebabkan karena adanya gangguan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial terpantau aktif, sehingga berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

“MJO merupakan merupakan aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis yang dapat dikenali berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik yang biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari. Yang mana salah satunya menyebabkan curah hujan yang tinggi terjadi di beberapa wilayah Kalteng,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, daerah konvergensi dan belokan angin juga terpantau di wilayah Kalteng yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Ini didukung juga oleh kelembaban udara yang mana beberapa lapisan cukup basah dan labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.

“Dari informasi banjir yang kami terima informasinya beberapa daerah yang saat ini dilanda banjir yakni di wilayah Murung Raya, Barito Utara, dan sekitarnya,” ungkapnya. Dia menambahkan, ada beberapa wilayah yang diprediksi berpotensi terjadi banjir, baik berpotensi rendah dan juga menengah.

“Untuk potensi banjir menengah yakni Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Pulang Pisau, Seruyan, Mura, serta Barito Selatan dan Barito Utara,” sebutnya. Sedangkan untuk potensi banjir rendah ada di daerah Lamandau, Sukamara, dan beberapa daerah lainnya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan agar masyarakat dapat waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Kalteng. “Waspada dan harus berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti genangan air, banjir untuk yang berada pada aliran air sungai (DAS), tanah longsor, dan pohon tumbang,” tutupnya. (dad/sja/mut/zia/uni)

Editor : izak-Indra Zakaria