Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Truk Sawit Terguling di Jalur Sampit–Pangkalan Bun: Jalan Rusak Kembali Jadi "Biang Kerok" Kecelakaan

Redaksi Prokal • 2026-02-06 08:30:00
Momen truk bermuatan tandan buah segar kelapa sawit ambruk ketikan melewati jalan rusak di Jalur Sampit-Pangkalan Bun. (Warga/Radar Sampit).
Momen truk bermuatan tandan buah segar kelapa sawit ambruk ketikan melewati jalan rusak di Jalur Sampit-Pangkalan Bun. (Warga/Radar Sampit).

 

PROKAL.CO- Sebuah video amatir yang merekam detik-detik kecelakaan truk bermuatan kelapa sawit di jalur strategis Sampit–Pangkalan Bun mendadak viral di jagat maya. Insiden yang terjadi pada Rabu (4/2/2026) tersebut berlokasi di Kilometer 77 ruas Jalan Jenderal Sudirman.

Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat truk tersebut sebenarnya melaju dengan kecepatan rendah, namun tiba-tiba oleng secara ekstrem saat mencoba melintasi permukaan jalan yang rusak dan tidak rata. Kehilangan keseimbangan akibat beban muatan, truk tersebut akhirnya terguling ke sisi jalan dan menumpahkan tumpukan buah sawit ke badan jalan.

Kecelakaan ini dipastikan sebagai kecelakaan tunggal yang dipicu oleh kombinasi antara muatan berat dan kondisi infrastruktur yang buruk. Lubang-lubang besar serta kontur jalan yang bergelombang di titik tersebut membuat kendaraan berat kesulitan menjaga stabilitas. Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas di jalur penghubung antar-kabupaten tersebut sempat mengalami kemacetan karena proses evakuasi bangkai truk dan pembersihan tumpahan sawit. Beruntung, sopir dilaporkan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Viralnya video ini memicu gelombang kritik dari warga net yang merasa geram dengan kondisi jalan provinsi yang tak kunjung diperbaiki secara permanen. Banyak pengguna jalan mengeluhkan bahwa jalur Sampit–Pangkalan Bun kini semakin membahayakan bagi pengendara, terutama bagi para sopir kendaraan logistik yang melintas setiap hari. Komentar pedas pun membanjiri kolom media sosial, di mana masyarakat mempertanyakan prioritas alokasi pajak jika fasilitas publik yang vital seperti jalan raya tetap dibiarkan dalam kondisi rusak parah.

Di sisi lain, perdebatan juga mengarah pada persoalan truk bermuatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL). Sebagian warganet menilai bahwa selain faktor jalan yang rusak, beban angkutan yang melebihi kapasitas juga menjadi faktor utama percepatan kerusakan aspal dan tingginya risiko kecelakaan. Tekanan dari ban kendaraan berat yang melintasi jalan berlubang menciptakan dampak domino yang merugikan semua pihak, baik dari sisi keamanan maupun ketahanan infrastruktur.

Kecelakaan di Kilometer 77 ini menjadi pengingat keras bagi otoritas terkait untuk segera mengambil tindakan nyata. Tingginya volume kendaraan berat di jalur strategis ini menuntut adanya perbaikan kualitas jalan yang lebih mumpuni. Jika penanganan serius tidak segera dilakukan, masyarakat khawatir jalur tersebut akan terus memakan korban dan menghambat arus distribusi logistik di wilayah Kalimantan Tengah. (*)

Editor : Indra Zakaria