Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Duka di Kebun Sawit Bukit Pandau: Seorang Pekerja Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Terkait Masalah Pribadi

Redaksi Prokal • 2026-02-10 10:15:00
ilustrasi gantung diri
ilustrasi gantung diri

NANGA BULIK – Suasana di kawasan kebun sawit Bukit Pandau, Kelurahan Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, mendadak gempar pada Minggu (8/2) petang. Seorang pria berinisial MES (33), yang diketahui merupakan pekerja kebun asal Desa Makarti Jaya, Kotawaringin Barat, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya.

Kapolres Lamandau melalui Kapolsek Bulik, AKP Karno, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan penelusuran pihak kepolisian, korban sempat terlihat beraktivitas dan berinteraksi dengan rekan kerjanya di dapur barak sekitar pukul 12.30 WIB. Dalam percakapan terakhirnya, MES sempat mencurahkan isi hati mengenai beban masalah pribadi yang sedang dihadapi terkait urusan keluarganya.

Misteri keberadaan korban mulai terungkap saat rekan-rekan kerjanya merasa curiga karena MES tidak terlihat keluar kamar hingga pukul 16.00 WIB. Setelah panggilan mereka tidak kunjung mendapat jawaban, salah satu saksi memeriksa ke dalam kamar dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Di lokasi kejadian, petugas kepolisian menemukan secarik kertas yang diduga kuat sebagai surat wasiat. Dalam pesan terakhirnya, korban menuliskan rasa lelah atas beban hidup yang dijalaninya, permohonan maaf yang mendalam kepada pihak keluarga, serta untaian doa dan harapan agar anaknya dapat tumbuh dengan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

"Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Kejadian ini diduga murni akibat tindakan mengakhiri hidup sendiri yang dipicu oleh tekanan psikologis," ujar AKP Karno, Senin (9/2).

Pihak kepolisian segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di Pangkalan Lada untuk proses pemakaman.

Peristiwa memilukan ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan moral dan perhatian terhadap kesehatan mental bagi para pekerja, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit dalam kehidupan pribadi. (*)

Editor : Indra Zakaria