SAMPIT – Masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang akan melanda hampir seluruh titik di provinsi ini hingga Senin (23/2/2026).
Berdasarkan analisis resmi dari Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 3 di wilayah Samudra Hindia. Secara spasial, MJO terpantau sangat aktif di langit Kalimantan Tengah, yang secara langsung berkontribusi pada masifnya proses pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.
Selain faktor MJO, adanya belokan angin serta perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah ini turut memperbesar peluang terjadinya cuaca ekstrem. Kondisi kelembapan udara yang cukup basah serta labilitas atmosfer yang kuat mendukung proses konvektif skala lokal, yang memicu hujan lebat berdurasi singkat namun intens, sering kali dibarengi dengan petir dan potensi angin puting beliung.
Pada kurun waktu 21 Februari lalu, potensi hujan lebat diprediksi melanda wilayah Kotawaringin Barat, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas bagian selatan, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya. Memasuki tanggal 22 Februari, wilayah terdampak diprakirakan meluas hingga mencakup Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan wilayah Kapuas secara menyeluruh. Kondisi serupa diprediksi masih akan bertahan dengan sebaran wilayah yang relatif sama hingga 23 Februari.
Menyikapi prakiraan tersebut, BMKG mengimbau warga untuk mewaspadai dampak lanjutan seperti genangan air, banjir, tanah longsor di wilayah perbukitan, hingga ancaman pohon tumbang. Warga yang tinggal di kawasan dengan sistem drainase terbatas diminta lebih waspada terhadap potensi banjir luapan yang bisa datang tiba-tiba.
Bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hingga malam hari, disarankan untuk lebih berhati-hati. BMKG sangat menyarankan warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat angin kencang menerjang, serta selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal komunikasi resmi pemerintah. (*)
Editor : Indra Zakaria