Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Libur Lebaran Jadi Masa Rawan, BPBD Kotim Waspadai Wisata Air dan Danau Bekas Galian

Redaksi Prokal • 2026-03-20 09:45:00

Latihan bersama BPBD Kotim dan SAR Pos Sampit di salah satu kawasan wisata air di Sampit. (BPBD Kotim)
Latihan bersama BPBD Kotim dan SAR Pos Sampit di salah satu kawasan wisata air di Sampit. (BPBD Kotim)

SAMPIT – Menjelang libur Lebaran 1447 Hijriah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menetapkan status waspada tinggi terhadap potensi kecelakaan di objek wisata. Lonjakan pengunjung yang diprediksi akan memadati sejumlah destinasi, terutama wisata air, dinilai membawa risiko keselamatan yang serius bagi masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menegaskan bahwa langkah antisipasi kini diperluas tidak hanya di kawasan populer seperti Pantai Ujung Pandaran, tetapi juga menyasar berbagai lokasi wisata air di dalam Kota Sampit. Kesiagaan ini didasari oleh catatan kelam pada awal 2026, di mana insiden tenggelamnya seorang anak berusia 12 tahun serta kejadian serupa di danau Kompleks Bina Karya Sampit menjadi peringatan keras bagi semua pihak.

Salah satu fokus utama pengawasan adalah keberadaan danau-danau yang terbentuk dari bekas aktivitas galian C. Meskipun banyak dimanfaatkan warga sebagai lokasi rekreasi, tidak semua tempat tersebut memiliki sistem pengelolaan dan pengawasan yang memadai. Kondisi danau yang tanpa kontrol ini dianggap sebagai titik paling berbahaya karena minimnya alat keselamatan dan petugas penjaga di lokasi.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD Kotim telah menyiapkan skema pengerahan personel secara khusus. Sebanyak 12 personel akan disiagakan penuh pada hari kedua dan ketiga Lebaran, sementara petugas di posko utama tetap bersiaga 24 jam seperti hari biasa. Jumlah personel ini bahkan direncanakan akan ditambah jika situasi di lapangan menunjukkan adanya kepadatan pengunjung yang melebihi kapasitas atau overload.

Langkah mitigasi juga dilakukan melalui peninjauan langsung ke sejumlah lokasi wisata bersama Wakil Bupati Kotim, Irawati, untuk memastikan kesiapan pengelola. BPBD mengimbau para pemilik usaha wisata air agar tidak lalai dalam mengawasi pengunjung dan menambah jumlah penjaga pantai atau lifeguard.

Di tengah masa yang dianggap kritis ini, BPBD Kotim membuka ruang kolaborasi dengan para relawan dan masyarakat peduli bencana. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk memantau pergerakan massa di titik-titik rawan, dengan harapan libur panjang tahun ini dapat berjalan aman tanpa ada lagi korban jiwa akibat kelalaian di area wisata. (*)

Editor : Indra Zakaria