Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Denyut Arus Balik Pelabuhan Sampit: Kedatangan Penumpang Mulai Mengalir, Keberangkatan Masih Ribuan

Indra Zakaria • Jumat, 27 Maret 2026 - 12:15 WIB

Penumpang KM Lawit dari Semarang saat tiba di Pelabuhan Sampit, Rabu (25/3). (istimewa/Pelni)
Penumpang KM Lawit dari Semarang saat tiba di Pelabuhan Sampit, Rabu (25/3). (istimewa/Pelni)

SAMPIT – Aktivitas di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mulai menunjukkan transisi dari masa mudik ke arus balik Lebaran 2026. Meskipun puncak kedatangan penumpang dari Pulau Jawa diprediksi masih beberapa hari lagi, dua kapal besar tercatat telah menyandarkan talinya di dermaga Sampit sejak Rabu hingga Kamis (26/3). Fenomena ini menandai dimulainya fase kepulangan para perantau ke Bumi Tambun Bungai pasca-perayaan Idulfitri.

KM Lawit milik PT Pelni menjadi kapal perdana yang mengawali arus balik dengan membawa 189 penumpang dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Sehari berselang, KM Kirana III milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) menyusul dengan mengangkut 429 penumpang dari Surabaya. Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit, Gusti Muchlis, menilai jumlah kedatangan ini masih tergolong rendah dibandingkan kapasitas total kapal. Hal tersebut dinilai wajar karena sebagian besar pemudik biasanya menunggu tradisi Hari Raya Ketupat selesai sebelum memutuskan kembali ke Kalimantan.

Berbeda dengan arus kedatangan yang masih melandai, jumlah penumpang yang berangkat meninggalkan Sampit justru tetap menunjukkan lonjakan signifikan. Pada Kamis siang, KM Lawit kembali bertolak menuju Surabaya dengan membawa 1.209 penumpang. Tingginya angka keberangkatan ini dipicu oleh keterbatasan tiket pada hari-hari sebelumnya, sehingga banyak warga yang baru bisa mendapatkan akses transportasi laut beberapa hari setelah lebaran usai.

Secara kumulatif hingga H+5 Idulfitri, data posko mencatat sebanyak 1.838 penumpang telah turun di Pelabuhan Sampit, sementara total penumpang yang berangkat mencapai angka 7.987 orang. Gusti menjelaskan bahwa dari total 12 jadwal kunjungan kapal selama periode angkutan Lebaran tahun ini, sebanyak delapan kapal telah menyelesaikan tugasnya. Empat kapal tersisa diharapkan dapat mengakomodasi lonjakan penumpang yang diprediksi akan terus terjadi secara bertahap.

Menariknya, puncak arus balik tahun ini diperkirakan justru akan terjadi setelah periode resmi posko angkutan Lebaran berakhir pada 30 Maret mendatang. Hal ini disebabkan oleh durasi posko tahun 2026 yang lebih singkat, yakni hanya 18 hari dibandingkan tahun lalu yang mencapai 22 hari. Pihak otoritas pelabuhan tetap mengimbau para penumpang untuk memperhatikan jadwal keberangkatan dan memastikan kenyamanan selama dalam perjalanan laut demi kelancaran arus balik tahun ini. (*)

Editor : Indra Zakaria