Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awal Kemarau di Kaltim Diperkirakan Juni, BMKG: Waspada Karhutla Meski Hujan Masih Turun di April

R
Ilustrasi kemarau
Ilustrasi kemarau

Advertisement

SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi merilis prakiraan awal musim kemarau untuk wilayah Kalimantan Timur tahun 2026. Berdasarkan pengamatan di 18 zona musim yang tersebar di Benua Etam, musim kemarau diperkirakan akan mulai menyapa secara merata pada Juni mendatang. Meskipun arah musim mulai bergeser, masyarakat diminta tidak lengah karena pada bulan April ini sejumlah wilayah di Kalimantan Timur masih memiliki potensi curah hujan yang cukup tinggi sebelum intensitasnya perlahan menyusut.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Joko Sumardiono, menjelaskan bahwa transisi cuaca akan mulai terasa pada Mei mendatang. Pada periode tersebut, sebagian besar wilayah Kaltim akan mengalami penurunan curah hujan yang signifikan. Menurutnya, pada Juni seluruh wilayah diprediksi tidak lagi menerima curah hujan secara signifikan, dengan puncak musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung pada Agustus.

Kabar baiknya, BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini tidak akan seekstrem tahun-tahun sebelumnya, seperti saat fenomena El Niño kuat melanda pada 2015 lalu. Meski sudah memasuki kemarau, kemungkinan adanya hujan ringan di beberapa titik masih tetap ada. Namun, seiring dengan meningkatnya suhu dan berkurangnya hujan, ancaman titik panas (hotspot) tetap menjadi perhatian utama yang harus diwaspadai oleh semua pihak.

Advertisement

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan api, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran lahan secara terbuka yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sebagai langkah mitigasi menghadapi kekeringan, BMKG menyarankan masyarakat untuk mengoptimalkan ruang terbuka hijau agar lingkungan tetap sejuk di tengah terik matahari.

Selain itu, warga disarankan melakukan aksi "panen hujan" dengan memanfaatkan sisa curah hujan di bulan April dan Mei untuk disimpan sebagai cadangan air bersih. Penggunaan air secara bijak dan hemat juga sangat diperlukan guna menjaga ketersediaan selama puncak kemarau. BMKG juga mengajak masyarakat untuk tetap aktif memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi mereka guna menghindari keresahan akibat berita bohong. Dengan langkah antisipasi yang tepat, dampak dari musim kemarau tahun ini diharapkan dapat diminimalisasi. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Karhutla Berulang, 69 Persen Kebakaran di Kaltim Terjadi di Wilayah Konsensi

Karhutla Berulang, 69 Persen Kebakaran di Kaltim Terjadi di Wilayah Konsensi

[19.30, 26/10/2026] Yamin: Diskusi media daring bertajuk “Satu Dekade Perjanjian Paris: Menagih Tanggung Jawab atas Karhutla, Evaluasi Kiner

Kabut Asap Masih Selimuti Sejumlah Kawasan di Kabupaten Kutai Barat, Jarak Pandang Terbatas   

Kabut Asap Masih Selimuti Sejumlah Kawasan di Kabupaten Kutai Barat, Jarak Pandang Terbatas   

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Seperti di Kubar.

Pertamina dan Pemprov Kaltim Petakan Kebutuhan BBM dan LPG untuk 2027

Pertamina dan Pemprov Kaltim Petakan Kebutuhan BBM dan LPG untuk 2027

Pertamina dan Pemprov Kaltim Petakan Kebutuhan BBM dan LPG untuk 2027 PROKAL.CO, SAMARINDA — Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bers

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer