BALIKPAPAN - Wali Kota Rizal Effendi mengaku akan memberikan kesempatan kepada pejabat muda potensial yang menduduki eselon II saat mutasi pada Februari nanti. Apalagi, dengan mekanisme lelang jabatan, para pejabat muda yang telah memenuhi syarat bisa ikut bersaing.
“Rencananya untuk open bidding, kami ingin beri kesempatan pada yang muda-muda,” ujar Rizal Effendi kemarin (11/1).
Rizal mengatakan memang ada ketentuannya, tapi diharapkan generasi lapis III yang berasal dari ilmu pemerintahan sudah memenuhi syarat untuk mengisi jabatan tinggi pratama. Di antaranya, minimal dua tahun menempati posisi sebagai administrator atau pengawas di organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersangkutan.
“Selain itu, mekanisme mutasi atau pergeseran harus mendapatkan rekomendasi Komisi ASN,” akunya.
Dia juga berpesan kepada pejabat baru yang dilantik untuk bekerja keras dan taat asas sambil menunjukkan prestasi. Pasalnya, mereka yang dimutasi akan dipantau selama enam bulan, apakah sudah bisa beradaptasi dan bisa membawa perubahan di lingkungan mereka yang baru atau tidak.
“Tiga hingga enam bulan pertama kami evaluasi ulang. Jika tidak mampu di posisinya sekarang, tidak menutup kemungkinan akan kami evaluasi kembali,” akunya.
Bagi pejabat yang belum mendapat jabatan atau ingin dipromosikan namun belum kesampaian, diharapkan tidak kecewa. Sikap kecewa ini ditemukan, terutama pejabat yang dipromosikan tidak sesuai harapan.
“Begitu tidak sesuai dia kecewa, bekerjanya asal-asalan. Ada juga yang datang ke saya untuk minta agar diberikan kesempatan. Saya panggil kepala dinas, tanya bagaimana kinerja pegawai yang bersangkutan. Kata kepala dinasnya sering buat ulah di dinasnya, bahkan sudah dua kali dinasihati habis absen hilang,” cerita Rizal.
“Ada juga yang melalui orang lain dia datang ke saya, ‘Pak, kapan saya diberikan kesempatan jadi kepala bidang?’ Ya, saya bilang untuk sabar, karena melakukan mutasi itu tidak gampang banyak pertimbangannya,” sambung Rizal.
Rizal mengatakan, beberapa tahun lalu akibat tidak suka dengan keputusan yang diberikan, yang bersangkutan tidak mau mencoblos saat Pilkada Wali Kota Balikpapan. “Sampai seperti itu, janganlah jangan kecewa saudara-saudara,” tuturnya.
Untuk itu, Wali Kota meminta ASN agar menunjukkan kerja dan prestasi yang maksimal. Tidak hanya mengandalkan kedekatan dan masa kerja yang lama. “Tapi, kalau saudara kerja sudah lama, sudah maksimal dan menunjukkan prestasinya maka promosi itu saya hormat. Jadi, saya mohon pengertian saudara-saudara bekerjalah dengan baik,” pungkasnya. (dan/vie/k1)
Editor : amir-Amir KP