Masyarakat Kota Balikpapan dan Kaltim pada pertengahan Oktober ini akan menikmati wisata susur Teluk Balikpapan menggunakan kapal Pinisi.
Bahkan pemilik akan menyiapkan kamar VIP termasuk juga disewakan bagi mereka yang akan melangsungkan resepsi pernikahan atau bulan madu.
Kapasitas kapal Pinisi yang didatangkan dari Labuan Bajo ini dapat memuat 40 hingga 50 orang.
“Kita akan menjual paket bukan hanya teluk, tapi potensi di dalamnya. Karena masyarakat banyak sekali bermacam-macam keinginannya. Ada setengah hari atau 2 jam, bahkan menginap. Ini akan kita tawarkan ke masyarakat,” ujar Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Abdul Majid, Jumat (7/10).
“Nanti ada kamar yang disiapkan dan dirancang. Misalnya untuk honeymoon, kan juga bisa,” tambahnya.
Bahkan ke depan jika memungkinkan diadakan kapal pesiar untuk perjalanan jauh seperti Balikpapan – Sulawesi.
Namun saat ini pemkot dan investor swasta fokus pada wisata Teluk Balikpapan dengan mengelilingi Teluk Balikpapan dan mangrove yang di dalamnya terdapat bekantan.
“Ini sesuai perencanaan awal bahwa kita perlu gali wisata bahari, bahkan tiga tahun lalu kita sudah buat kajian karena potensi ini luar besar sekali,” ujarnya.
Majid menambahkan, sport tourism juga bisa dikembangkan dengan jet ski internasional.
“Wisata bahari ini bisa menggerakan ekonomi Kota Balikpapan. Makanya kita menangkap peluang ini karena potensinya besar sekali,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama Ketua Ekonomi Kreatif Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas’ud menyampaikan apresiasi kepada investor yang mau mengembangkan wisata bahari seperti susur teluk. Apalagi ini dilakukan oleh orang Balikpapan.
Pihaknya mendorong investor untuk ikut membangkitkan gairah wisata bahari Kota Balikpapan.
Daya tarik susur Teluk Balikpapan, menurutnya, tidak kalah hebat dengan wilayah lain.
“Potensina luar biasa. Bisa lihat sunset di sana. Saya mendorong kepada investor atau masyarakat untuk melihat peluang dengan potensi Kota Balikpapan yang luar biasa,” ujarnya.
Pemerintah Kota bersama swasta, masyarakat untuk sama-sama membangun potensi ekonomi baru dengan menyajikan konten-konten yang menarik seperti susur teluk yang dekat dengan IKN.
“Jadi kita bisa melihat hutan mangrove yang ada bekantan di Teluk Balikpapan, di Somber, setelah itu kita susuri sampai Pulau Balang. Lalu kita susuri lagi ke belakangnya seperti pulau Raja Ampat.
Walaupun cuma ada beberapa pulau yang kita putari tapi sangat cantik. Di situ ada pohon mangrove yang oksigennya bagus,” ujarnya.
Kapal Pinisi diperkirakan akan tiba di Balikpapan pada 12 Oktober mendatang. Pemilik Kapal Pinisi Riduan mengatakan, dari uji coba pengenalan wisata susur teluk dengan kapal Pinisi dua bulan lalu selama sebulan, respon masyarakat sangat tinggi.
Riduan, salah satu investor yang menangkap peluang tersebut mengaku membeli kapal Pinisi dari Labuan Bajo untuk wisata bahari Kota Balikpapan. Pengembangan wisata ini akan didukung pemerintah Kota Balikpapan.
“Nanti di dalamnya ada 3 kamar VIP. Kita belum tetapkan tapi diperkiraan penumpang dikenakan Rp 150-165 ribu per pax. Nantinya ada welcome drink, kita siapkan paket makan malam atau makan pagi untuk trip pagi atau sore. Mungkin kita pakai dua trip nanti pagi dan sore,” tukasnya. (MAULANA/KPFM)
Editor : izak-Indra Zakaria